PHRI Kritik PT Pelindo Tanjungpinang

0
208
Inilah kondisi area parkiran kendaraan roda dua di dalam Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang yang becek dan masih bebatuan. f-andri/tanjungpinang pos

Parkiran Semrawut Jadi Perbincangan Turis

Tidak hanya anggota DPRD dan tokoh masyarakat, tapi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga mengkritik PT Pelindo Tanjungpinang yang membiarkan parkiran kendaraan di pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang, semrawut.

TANJUNGPINANG – PHRI mengkritik karena PT Pelindo membiarkan fasilitas parkir semrawut di dalam pelabuhan sudah bertahun-tahun tidak dibenahi. Masyarakat sudah membayar biaya parkir.

Membayar pas pelabuhan masuk ke terminal internasional dan domestik. Untuk Domestik sekali masuk Rp10 ribu per orang. Diterminal internasional, untuk WNI sekali masuk Rp40 ribu dan WNI Rp60 ribu.

Ketua DPC PHRI Kota Tanjungpinang, Alexander Ang meminta kepada pihak PT Pelindo I (persero) Cabang Tanjungpinang untuk segera menyelesaikan pembangunan parkiran berada di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang.

”Jangan dibiarkan begitu saja, menjadi perbincangan turis dan masyarakat umumnya. Pelabuhan adalah pintu masuk ke Tanjungpinang,” kata Alexander Ang kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (24/4).

Kata dia, kalau memang area parkir mau diaspal atau disemen, pihak Pelindo diminta untuk segera dilakukan pengerjaan. Tujuanya, agar area parkir tidak terlihat becek disaat hujan turun. Tidak kendaraan berdebu saat musim kemarau. Supaya kalau sudah diaspal fasilitas parkir yang diberikan Pelindo terhadap pengunjung terlihat bagus.

Menurutnya, ini membuat pengunjung menjadi nyaman dan puas terhadap pelayanan terutama fasilitas parkir tersebut. Karena pengunjung tidak lagi melihat hingga disuguhkan genangan air di area parkiran tersebut.

Kata dia, kalau saat ini, pengunjung berada di pintu masuk menuju ke area parkir, sudah disuguhkan genangan air. Kondisi tersebut yang membuat area parkir menjadi becek.

Selain becek, kendaraan yang parkir tidak beraturan. Pasalnya, tidak ada petugas yang mengarahkan hingga mengatur kendaraan milik pengunjung disaat parkir di area perparkiran tersebut.

”Masyarakat merasa rugi. Sudah bayar, fasilitas parkir tidak memuaskan. Terkadang, kita tidak dapat parkir,” ucap dia.

Memang, kata dia, pihak Pelindo sudah menimbun tanah di area perparkiran Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang. Sehingga membuat area parkir menjadi tinggi dari sebelumnya.

Setelah ditimbun, pihak Pelindo tidak melanjuti pembangunan area parkir di pelabuhan tersebut. “Kita minta diselesaikanlah pembangunan itu,” ujarnya. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here