PHRI Utamakan Lulusan Kampus Lokal

0
760
RESTORAN: Aktivitas pekerja di ruangan dapur restoran milik Bintan Lagoon Resort, di Lagoi. F-ADLY BARA/tanjungpinang pos

Bintan – PERSATUAN hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Bintan tetap mengutamakan tenaga profesional lokal untuk bekerja di kawasan pariwisata Lagoi. Hal ini disampaikan Trisno, ketua PHRI Bintan, Kamis (9/2).

”Tenaga lokal atau yang beralamat di daerah Bintan yang bekerja di kawasan wisata Lagoi jumlahnya mencapai 60 persen,” ujar Trisno.

Beberapa di antaranya merupakan lulusan dari kampus pariwisata di Bintan, seperti Bintan Tourism Institute (BTI) dan juga Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI). Menurut Trisno lulusan dari kedua kampus itu telah memiliki standar sertifikasi nasional.

”Ketika mahasiswa yang lulus dari kampus itu, kemampuan mereka telah diakui dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pusat,” sebutnya.

Industri pariwisata Lagoi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, yang ditandai dengan investor yang membangun perhotelan di Lagoi.

Sedangkan wisata lainnya seperti pantai Trikora di Kecamatan Gunung Kijang. Beberapa investor telah melirik untuk pengembangan kawasan wisata tersebut, dan beberapa diantaranya telah mengurus izin prinsip.

”Pekerja hotel di kawasan Lagoi telah mencapai 1.350 orang. Dari jumlah itu 60 persen adalah tenaga lokal, yang dididik profesional dari BTI dan SBTI,” jelas Trisno.

Sebagai asosiasi usaha perhotelan dan restoran, PHRI sangat mendukung program pemerintah tentang sertifikasi profesi. Dengan sertifikasi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini, menurut Trisno, tenaga kerja lokal bisa bersaing di level ASEAN.

PHRI telah bekerjasama dengan BNSP pusat serta sekolah tinggi pariwisata yang ada di Bintan. Kerjasama itu untuk menjadikan lulusan sekolah lokal jadi profesional. Karena mahasiswanya bisa langsung praktik di sejumlah perusahaan yang ada.

”Selama ini PHRI membantu mahasiswa dari BTI dan SBTI, saat melaksanakan praktik kerja lapangan (job training) di beberapa hotel. Peran itu untuk mencetak anak asli Bintan jadi profesional dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar,” katanya.

Ketua kampus BTI Haryadi menyebutkan standarisasi pekerja di lingkup pariwisata akan terus terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kualifiaksi perusahaan.

”Kedepannya, pekerja pariwisata Indonesia harus terus meningkatkan kualitasnya dan mesti mampu bersaing di level Internasional. Ini tentu msti berbekal pengalaman serta bersertifikasi khusus sesuai dengan profesinya,” kata Haryadi.

Untuk menjadikan lulusan BTI yang memiliki standar kerja Internasional, maka kurikulum belajar bagi mahasiswa pariwisata harus dirombak sesuai standar ASEAN dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.(adly bara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here