PIK di Daerah Pesisir untuk Pembangunan Fisik

0
423
Perkampunga di Belakang Padang, Kota Batam.f-istimewa

BATAM – Program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) di daerah pesisir dinilai efektif. Terutama di dua kelurahan di Belakang Padang, Batam. Di mana, kegiatan PIK di dua kelurahan itu sudah memiliki akses jalan yang layak berkat adanya.

”Tahun 2020 ini seluruh jalan di Pecung dan Pemping sudah selesai karena PIK. Masyarakat sangat berterima kasih dengan adanya program PIK ini,” kata Camat Belakangpadang, Yudi Admaji dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kelurahan di Pulau Pemping, Jumat (31/1).

Program PIK merupakan salah satu andalan Rudi-Amsakar. Tujuannya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur di lingkungan pemukiman masyarakat. Pekerjaannya dilakukan oleh masyarakat melalui kelompok-kelompok.

Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang nilainya terus bertambah setiap tahun. Mulai dari Rp1 miliar per kelurahan di tahun 2017, hingga kini menjadi Rp1,7 miliar per kelurahan.

Baca Juga :  Daftar Sekolah Bisa dari Rumah

”Tahun ini ditambah DAU (dana alokasi umum dari pemerintah pusat) sebesar Rp 300 juta. Jadi setiap kelurahan tahun ini mendapat sekitar Rp 2 miliar untuk pembangunan skala lingkungan termasuk di pulau-pulau,” tutur Yudi.

Pekerjaan yang bisa dilakukan dengan anggaran PIK tak hanya membangun jalan. Tapi juga infrastruktur lain seperti drainase, batu miring, jerambah, dan sebagainya.

Ia menjelaskan, Kelurahan Pemping dan Pecung memang lebih dulu selesai karena luas wilayah yang lebih kecil. Terdapat 2 RW dan 5 RT dengan jumlah penduduk 900 sampai1.000 jiwa di tiap kelurahan.

”Karena itu kami berharap yang tidak terserap di Pecung dan Pemping kalau bisa dialihkan ke kelurahan lain. Seperti Kasu, Terung, Sekanak Raya yang wilayahnya luas sekali,” ujarnya.

Baca Juga :  200 Anak Ikuti Sunatan Masal

Selain PIK, pembangunan juga dilaksanakan melalui kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD). Tahun 2019 lalu beberapa kegiatan OPD sudah dilaksanakan dengan baik di pulau-pulau yang ada di Belakangpadang.

Di antaranya perbaikan pelabuhan Pulau Pemping yang memprihatinkan pasca diterjang angin kencang. Kemudian pemasangan ponton di Pulau Pecung. Serta beberapa kegiatan Dinas Pendidikan di Kelurahan Kasu.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersyukur PIK berdampak besar bagi masyarakat.

”Kami nekad. Dengan uang hanya Rp 2,8 triliun, kita tetap tidak mengurangi angka PIK, malah naikkan terus,” ungkapnya.

Amsakar mengatakan hampir 4 tahun ia mendampingi Wali Kota Muhammad Rudi memimpin Batam. Apa yang sudah diamanahkan masyarakat ke pundak keduanya semampu mungkin untuk dilaksanakan.

Baca Juga :  PGN dan Krakatau Steel MoU Kembangkan Energi

”Hari ini sudah kami persembahkan semuanya. Dan beberapa memperlihatkan capaian-capaian yang membanggakan. Capaian itu tidak bisa diraih dengan sendirinya, kalau tidak didukung oleh komponen sebagian besar masyarakat Batam,” kata Amsakar.

Capaian yang sudah diraih antara lain perbaikan infrastruktur. Efeknya antara lain pertumbuhan angka kunjungan wisman ke Batam yang tahun ini bisa mencapai 2 juta orang.

”Indeks pembangunan manusia, derajat mengukur kesehatan pendidikan alhamdulillah dari 79,7 jadi 80,4 dan sekarang sudah diatas angka 81. Meningkat dan untuk Kepri, Batam paling tinggi,” bebernya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here