Pilkada Sepi Kegiatan, KPU Mulai Sosialisasi Setelah Penetapan

0
208
Anggota KPU Kepri, Arison.

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri akan mlaksanakan sosialisasi pilkada gubernur 2020 di tengah masyarakat dilakukan setelah calon kepala daerah dari partai politik ditetapkan oleh lembaga itu.

”Nanti setelah KPU menetapkan pada Juli 2020 siapa yang kita tetapkan tentu akan kita sosialisasikan ke tengah masyarakat melalui beleho dan alat lainnya. Kalau sekarang memang belum saatnya,” ujar Komisioner KPU Kepri Arison saat dialog di RRI Tanjungpinang belum lama ini.

Menurut Arison, KPU se Kepri sedang melaksanakan seleksi PPS. Sebelumnya sudah melantik PPK di kecamatan.

Baca Juga :  Bacalon Belum Daftarkan Akun Resmi di Medsos

”Kita akan minta badan adhoc ini juga bekerja membantu KPU dalam melakukan sosialisasi yang masiv agar partisipasi pilkada di Kepri tahun 2020 bagus,” ujarnya.

Arison mengatakan, partisipasi pilkada dengan pemilu tentu beda. Karena pilkada hanya digerakkan tim pasangan calon. Sementara jika di pemilu, tim kampanya dari seluruh partai, dan caleg yang jumlahnya ribuan ikut membantu melakukan kampanye. Sehingga partisipasi pemilu pasti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pilkada.

”Tentu beda tingkat partisipasi pemilu dengan pilkada. Jumlah yang terlibat saja beda,” ujar Arison.

Baca Juga :  KPU Kepri Surati Timses

Sementara itu, mantan Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria menyarakan KPU segera melakukan sosialisasi yang masiv di tengah masyarakat. Karena dia melihat saat ini pilkada di Kepri seperti tidak ada gairah.

”KPU dan Bawaslu harusnya memasang baleho misalnya jauhkan pilkada dari politik uang. Atau setiap tahapan disampaikan kepada publik dengan gencar. Selama ini nampaknya ramai di jajarangn calon penyelenggara dan tim sukses calon yang kampanye calon mereka sendiri,” ujar Robby Patria. Minimnya partisipasi misalnya terjadi di Batam. Pilkada 2015 yang memilih 50 persen dari jumlah daftar pemilih di Batam.

Baca Juga :  Hargai Pemilu, Ciptakan Situasi Aman di Bintan

”Yang milih hanya 300 ribu orang. Hampir 50 persen tak memillih. Artinya, KPU dan Bawaslu harus kerja keras mengajak warga datang ke TPS agar mereka mau memilih di pilkada 2020,” ujar mahasiswa program doktor di UTHM Malaysia itu. Sampai saat ini partai politik pun belum menetapkan siapa yang akan mereka usung di pilgub. (pat/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here