Pilpresma Jadi Ajang Belajar Mahasiswa

0
705
Zul Binarto

TANJUNGPINANG – Kampus merupakan miniatur negara yang di dalamnya terdapat lembaga eksekutif, legislatif serta yudikatif. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Zul Binarto mengatakan, bagi seorang mahasiswa terjun disuatu oranisasi sangat banyak manfaat yang didapat.

Salah satunya, proses pelaksanaan pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) merupakan salah satu bentuk representasi penerapan nilai-nilai demokrasi sebagai mahasiswa di lingkup civitas akademika.

Pemilihan Presma di kampus merupakan event demokrasi terbesar di internal kampus, yang melibatkan mahasiswa/i melalui tahapan serta proses yang sesuai dengan mekanismenya.

Sehingga, mahasiswa/i di samping merasakan atmosfer rutinitas dalam berorganisasi dan tidak hanya duduk memperhatikan mata kulih yang diajarkan.

Sebab dengan aktif diorganisasi maka mahasiswa/i tersebut dituntut berpikir dan menyumbangkan tenaganya dengan seimbang dan mengasah kecerdasan.

Baca Juga :  Mahasiswa Batam Sepakat Perangi Pungli

”Berorganisasi bisa meningkatkan wawasan, dan menambah ilmu pengetahuan dalam mengatur suatu kelompok untuk tujuan bersama. Selain itu, mahasiswa juga akan sering mengikuti sesi diskusi hingga belajar menggelar kegiatan seminar, workshop serta diskusi panel,” ujar Zul.

Adanya pemilihan Presma baru-baru ini, di Kampus Stisipol Raja Haji menjadi tempat pembelajaran berdemokrasi. Dari hasil voting kemarin, pasangan Abdul Rajab-Sayed Fiodelta yang terpilih.

Hanya saja, menurut Zul, proses demokrasi Pilkada dan Presma berbeda cakupannya, hanya mekanismenya hampir sama. Ia menjelaskan, pada pemilihan Presma periode sebelumnya 2016/2017 lebih seru, demokratis dan ramai.

”Saat itu, ramai selebaran foto pasangan calon (Paslon) Presma. Selain itu tada sesi kampanye. Ketika itu pasangan Sadiq-Agung Widodo, menang dalam pesta demokrasi tersebut,” jelasnya, yang juga mantan tim pemenang paslon Presma periode Sadiq dan Agung.

Baca Juga :  HMJ-ESY STAI Miftahul Ulum Gelar LDK

Tahun ini menurutnya ada penurunan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) dari suara mahasiswa/i. Hanya sekitar 305 DPT dari jumlah mahasiswa dua ribuan.

Perode sebelumnya jumlah DPT kampus Stisipol Raja Haji lebih dari 500 suara dari potensi seribu suara. Penurunan DPT disebabkan beberapa hal. Menurtunnya, selain karena mashasiswa sedang libur, juga karena lemahnya tim penyelenggara pemilihan Presma periode 2017/2018.

Upaya untuk menjalankan proses yang sudah diberikan kewenangan kurang maksimal. Seperti yang terlihat pemilihan Presma baru-baru ini tidak terlihat antusiasme mahasiswa. Minimal, lanjut Zul, tim penyelenggara meningkatkan atau mempertahankan upaya dalam merumuskan mekanisme proses pemilihan Presma baik dalam jumlah DPT dan atribut proses kampanye Pasangan Calon (Paslon) Presma di kampus.

Baca Juga :  Bentuk Pemimpin Berdedikasi Melalui LDK

Dengan alasan, waktu yang sangat singkat sehingga proses itu tidak terlaksana layaknya seperti kampanye Pilkada. ”Kalau kawan-kawan mahasiswa yang menjadi tim penyelenggara, mau memperjuangkan proses pemilihan Presma tahun ini sesuai dengan mekanisme itu bisa terlaksana. Sebab, pihak kampus juga terbuka untuk berkomunikasi dan meminta solusi yang lebih baik,” ungkap Zul.

Menurutnya, minimal penyelenggaraan Presma tahun ini mempertahankan keberhasilan penyelenggara sebelumnya. Hal itu, sebagai bentuk upaya revitalisasi peran mahasiswa sebagai Agen of Change yang membawa perubahan baru di kampus selain ditengahmasyarakat. Meski demikian, ia mengucapkan kepada yang terpilih. Serta berharap mampu membawa kampus lebih baik. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here