Pilwako Kalah Pamor dengan Pileg

0
589
Endri Sanopaka (kanan) saat menjadi narasumber dalam satu acara.f-istimewa

Partai Politik (Parpol) dan sebagian masyarakat Tanjungpinang, lebih tertarik terhadap suasana pemilihan calon legislatif (caleg) atau wakil rakyat.

TANJUNGPINANG – Sehingga momen pemilihan kepala daerah (pilkada) diprediksi kurang greget dibanding pemilihan wakil rakyat. Padahal, Pemilihan Wali Kota Tanjungpinang baru akan digelar 27 Juni mendatang. Pemilihan wakil rakyat atau pemilu legislatif sendiri akan digelar 27 Apri 2019 mendatang.

Hal ini diungkapkan Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, kemarin.

”Saya melihat fenomena politik saat ini adalah partai politik (parpol) termasuk masyarakat mulai disibukkan dengan pemilihan legislatif (pileg) di tahun politik ini, meskipun pileg baru digelar di tahun 2019 mendatang, bila di bandingkan kesibukan di Pilwako. Kesibukan ini berlaku untuk parpol lama maupun baru,” kata Endri Sanopaka, kemarin.

Baca Juga :  Bacaleg PBB untuk DPRD Kota Datangi KPU Tanjungpinang

Menurutnya, saat ini parpol berlomba-lomba secara sehat untuk meyakinkan masyarakat yang ingin maju di Pileg tahun 2019 nanti. Parpol juga mulai mempromosikan nomor urut partai masing-masing kepada masyarakat. Parpol juga sama-sama berebut untuk mencari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama yang akan diajak untuk menjadi caleg.

”Memang tidak mudah untuk meyakinkan itu ke masyarakat untuk bergabung hingga menjadi bakal calon anggota dewan di Pileg tahun 2019 nanti,” kata Endri Sanopaka lagi.

Kesulitan untuk menyakinkan kepada masyarakat agar mau jadi caleg partai tersebut, kata Endri, bakal dialami dengan parpol baru yang lolos pemilu. Pasalnya, masyarakat baru mendengar dan mengetahui keberadaan parpol di tempat tinggalnya. Berbeda dengan parpol yang lama, mudah diterima oleh masyarakat.

Baca Juga :  Satbinmas Polres dan KPU Bahas Kamtibmas Jelang Pilkada

Meski seperti itu, ia yakin, masyarakat menerima keberadaan parpol tersebut. Kalau sudah bergabung hingga menjadi bakal calon anggota dewan, pasti masyarakat akan melihat dari individu, bukan parpol yang dikendarainya.

”Sekarang ini yang dijual figur. Masyarakat memilih, karena figur calon tersebut. Bukan dikarenakan parpol,” tegas dia.

Ia sarankan, pilih calon legislatif mau memperjuangkan aspirasi masyarakat pada saat duduk di dewan nanti.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here