Pilwako Tanjungpinang Hanya Satu Putaran

0
590
H Lis Darmansyah dan H Syahrul saat menyapa warga di salah satu acara beberapa waktu lalu.f-dok/tanjungpinang pos

Selisi Satu Suara Menang

Tes kesehatan ketiga bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, pasangan H Lis Darmansyah-Maya Suryanti, H Syahrul-Rahma dan Edi Safrani-Edi Susanto sudah selesai. Kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, sedang memeriksa kelengkapan berkas pasangan bacalon.

TANJUNGPINANG – Menurut ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, setelah dilakukan pemeriksaan berkas administrasi bacalon, bila ada kekurangan masih ada waktu perbaikan. Masa waktu perbaikan berkas mulai 18-20 Januari ini.

Kemudian, KPU akan melakukan rapat pleno penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota 12 Febuari mendatang. Kemudian masuk tahap pengambilan nomor urut bagi calon pada 13 Febuari.

Baca Juga :  Besok, Mendagri Berkantor di Lombok

Para calon baru boleh berkampanye dari 15 Februari sampai 23 Juni mendatang. Untuk hari pencoblosan akan dilakukan 27 Juni mendatang. Robby juga menegaskan di Pilkada Tanjungpinang hanya ada putaran. Jika Unggul satu suara saja, itulah pemenangnya. Berbeda dengan DKI Jakarta dulu, yang masih ada dua putaran.

Ini merujuk kepada UU No.8/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Pada Pasal 109 ayat (1) UU No.8/2015, dijelaskan, pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota terpilih.

Baca Juga :  88% Hak Pemprov Disunat

”Maka dari itu jika unggul 1 suara saja, itu akan ditetapkan menjadi pemenang,” tegasnya. Kondisi itu berbeda dengan Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Untuk DKI masih menerapkan Pasal 11 ayat (1) UU. 29/2007. Aturan itu mengatur pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50 persen baru ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

Begitu juga dengan Aceh dan juga Papua. Karena sesuai ketentuan Pasal 12 UU No.18/2001, tentang otonomi khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ditambahkan syarat menjalankan syariat agamanya. Dalam praktiknya, seorang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus bisa membaca Alquran.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here