Pilwako Terancam Tanpa Penyelenggara

0
612

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang bakal berlangsung tanpa penyelenggara.

TANJUNGPINANG – Masa jabatan lima Komisioner KPU Kota Tanjungpinang sebagai penyelenggara Pilkada berakhir sehari sebelum pemungutan suara pilkada serentak tahun 2018. Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2017, masa jabatan KPU Tanjungpinang berakhir 26 Juni 2018. Sedangkan, Pilkada digelar 27 Juni mendatang.

Paslon nomor urut satu H Syahrul-Rahma
paslon nomor urut dua H Lis Darmansyah-Maya Suryanti

 

 

 

 

 

 

Bahkan dua petahana komisoner KPU Tanjungpinang Robby Patria dan Muhammad Yusuf yang ikut seleksi untuk komisioner KPU Tanjungpinang periode 2018-2023 gugur dalam seleksi tahapan kesehatan dan wawancara. Diprediksi, komisioner KPU yang terpilih nanti paling cepat akan dilantik tanggal 27 Juni mendatang, karena masa jabatan KPU sekarang berakhir 26 Juni.

Menurut Pengamat Politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, Pilwako Tanjungpinang tanggal 27 bakal kekosongan penyelengara. Kekosongan penyelenggara bakal menimbulkan dampak negatif dalam penyelenggara pilkada mendatang. Bahkan, ia jauh-jauh hari sudah memprediksikan kalau akan terjadi kekosongan penyelenggara. Sebab, KPU RI tidak memiliki landasan hukum untuk memperpanjang lima komisioner KPU sekarang. Bisa jadi pelantikan komisoner baru akan dilakukan pukul 0.00 WIB pada tanggal 27 Juni mendatang. Tak mungkin masa jabatanya KPU yang sekarang masih aktif, langsung diganti begitu saja. Nanti, malah menimbulkan masalah baru.

”Saya kaget apa alasannya dua petahana KPU tidak lolos wawancara dan kesehatan. Saya juga mempertanyakan independen timsel,” kata Endi Sanofaka, kemarin.

Dampak negatifnya, sambung dia, bisa kisruh saat penghitungan suara di TPS nanti. Bisa saja salah satu calon memanfaatkan situasi kekosongan penyelenggara. Kemudian, pengunaan anggaran saat pencoblosan, siapa yang bertangungjawab.

Mestinya, sambung dia, minimal dari dua petahana yang ikut lagi paling tidak ada satu yang lolos. Supaya pelaksanaan pilkada Tanjungpinang tetap berjalan dengan lancar. ”Saya prediksi kalau tidak dicarikan solusi segera oleh KPU RI, maka pilkada Tanjungpinang bakal kisruh,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga, juga merasa kaget saat mendengarkan tak satupun petahana KPU Tanjungpinang lolos seleksi. ”Saya terjut. Saya harap KPU Kepri cepat mencari solusinya,” bebernya.

Kata dia, pilkada Tanjungpinang bakal digelar tanpa penyelenggara. Sebab, lima komisioner KPU Tanjungpinang akan berakhir satu hari sebelum pencoblosan. Tak mungkin satu hari atau dua hari sebelum masa jabatan KPU lama langsung diganti.

Ia memberikan solusi agar KPU RI segera menunjuk siapa yang bakal lolos menjadi komisioner KPU mendatang. Kemudian, ketiga komisioner yang baru mulai melakukan transisi. ”Kalau kita tunggu pelantikan komisioner KPU yang baru baru bekerja ini sangat bahaya terhadap pilkada Tanjungpinang. Hal ini tidak boleh terjadi demi demokrasi kita ke depanya di Tanjungpinang,” harapnya. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here