Pimpinan Dewan Konsultasi ke Dirjen Otda

0
470
Nesar Ahmad

BK DPRD Serahkan Masalah Arief ke PAN

BINTAN – BADAN Kehormatan (BK) DPRD Bintan menyerahkan masalah Arief Jumana kepada Partai Amanat Nasional (PAN), sebagai partai pengusung. Hal ini dilakukan BK DPRD Bintan, setelah melakukan konsultasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Selasa (26/9) lalu. Sedangkan pimpinan dewan, konsultasi ke Dirjen Otda wilayah I.

Ketua BK DPRD Bintan Nesar Ahmad menyampaikan, dari hasil konsultasi ke Kejari Tanjungpinang, Arief Jumana yang terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu, pada proses hukumnya, penanganan dilakukan melalui pidana umum Kejari Tanjungpinang. Sementara, dari hasil putusan MA dan konsultasi DPRD Bintan ke MA, Arief Jumana termasuk dalam golongan pidana khusus.

Menurut Nesar Ahmad, selama ini, beberapa pejabat pemerintah dan kepala daerah yang tersandung narkoba, itu jelas masuk dalam pidana khusus. Karena, mengonsumi maupun mengedarkan narkoba itu, ada Undang Undang khususnya.

”Tapi untuk masalah Pak Arief Jumana ini, kami dari BK belum memberikan jawaban tegas. Tunggu, setelah pimpinan DPRD mengonsultasikan lagi ke Dirjen Otda wilayah I. Agar benar-benar ada jawaban yang pasti,” kata Nesar Ahmad, Rabu (27/9) kemarin. ”Justru itu, BK menyerahkan masalah ini kepada partai pengusungnya (PAN). Kami segera menyurati parpolnya,” tambah Nesar Ahmad.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo menyatakan, pihaknya sudah konsultasi ke MA, Mendagri dan BPK pusat. Kasus Arief Jumana sama dengan kepala daerah Ogan, di Provinsi Jambi dan kasus pejabat pemerintah lainnya. Ketika pejabat itu mengonsumsi narkoba, itu jelas masuk dalam kategori pidana khusus, meski penanganan perkara bisa melalui pidana umum.

”Karena itu, hak keuangan Arief Jumana dibekukan. Meski Pak Arief mengambil gaji dan tunjangan sampai April lalu. Untuk Mei, kalau tak keliru, Pak Arief Jumana sudah mengambil setengahnya. Ini kan uang negara,” kata Agus Wibowo.

Sementara, Arief Jumana menyatakan, kasus dirinya mengonsumsi narkoba merupakan pidana umum. Sementara, dirinya tidak menerima gaji dan tunjangan, sejak dipenjara. Justru itu, Arief Jumana melaporkan DPRD ke Polres Bintan.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here