Pinang Belum Bebas dari Kekerasan Anak

0
167
Misni, Herman dan para guru foto bersama dengan pelaja usai menggelar sosialisasi untuk menekan kekerasan pada anak. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar sosialisasi kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Tanjungpinang, Jumat (12/4).

Sosialisasi ini digelar untuk guna menekan angka kekerasan pada anak.

Kepala DP3AP2KB Kepri, Misni mengatakan, sosialisasi tersebut berkolaborasi dengan UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Kepri dengan unit layanan unit melaksanakan goes to school terkait dengan sosialisasi terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan di provinsi Kepri.

”Kami ketahui sekarang ternyata sampai saat ini Tanjungpinang belum bebas dari ke kekerasan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya salah satu OPD yang berkewajiban untuk mensosialisasikan agar kekerasan terhadap anak secara langsung harus berkurang. Dengan demikian dapat mencapai zero kekerasan di Kepri.

Supaya tercapai sekolah yang ramah anak ditandai dengan tidak terjadinya kasus kekerasan anak di sekolah.

Menurutnya, sampai saat ini jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 20 orang. Namun jika dibandingkan data pada tahun 2018 lalu mencapai 227 orang.

”Kita berharap rasio kekerasan ini terus menerus menurun dengan cara pemenuhan hak-hak anak dan agar mendapatkan predikat madya kota layak anak,” sebutnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan itu diperlukan suatu instrumen, semua elemen saling berkontribusi. Dan bersinergi untuk mencapainya kota layak anak.

Salah satunya dengan membuat aplikasi pemanfaatan revolusi industri pemanfaatan IT (for poin zero).

”Untuk semua jenis pelayanan dan mempermudah pelayanan kami menciptakan suatu aplikasi ”cek dare” untuk perempuan dan anak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A), Herman mengatakan jadi pihaknya yang dilapangan selalu menerima laporan terhadap kekerasan perempuan dan anak, baik KDRT dan kekerasan anak yang ada di Kepri.

”Harapan kami khususnya kepada anak-anak, mari kita stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, apalagi anak sebagai generasi penerus bangsa harus di lindungi,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here