Pindahkan Penduduk ke Relang

0
778
Padat: Penduduk Batam yang makin padat membuat Jalan raya terlihat macet setiap harinya. F-martua/tanjungpinang pos

Solusi Atasi Kemacetan Batam 

Batam – Kemacetan di Batam saat jam-jam tertentu menjadi problem transportasi dalam beberapa tahun ini.

Untuk mengurangi kemacetan di Batam, pemerintah pusat membangun fly over di Simpang Jam.

Selain itu, ada wacana pembatasan kendaraan dengan pajak tinggi untuk mobil murah dan mobil berumur di atas 5 tahun. Ada juga usul pembukaan Rempang-Galang (Relang) untuk mengatasi kemacetan.

Wali Kota Batam, HM Rudi mengungkapkan, itu merupakan usulan yang disampaikan ke pemerintah pusat.

Dijelaskannya, pertumbuhan penduduk sejalan dengan pertumbuhan kendaraan, sehingga menimbulkan kemacetan. Di sisi lain, kawasan pemukiman juga terbatas hanya sebatas wilayah Batam. Sehingga dibutuhkan penambahan panjang jalan.

”Sudah disampaikan ke Menko Perekonomian (Ketua Dewan Kawasan) juga, Rempang Galang, harus dibuka,” ungkap Rudi.

Rudi optimis, dengan pembukaan Rempang dan Galang akan menambah kawasan tempat tinggal penduduk.

Selain itu, menambah kawasan industri dan pariwisata dan lainnya. Sehingga ke depan, arus lalu lintas Batam ada yang ke arah Rempang-Galang.

”Kalau Relang dibuka, akan ada sekitar sepertiga warga Batam pindah ke Rempang-Galang. Sehingga Batam bisa lempang. Jalannya di Batam kita perluas juga,” ungkap Rudi.

Di pihak lain, anggota DPR RI dari Dapil Kepri, Nyat Kadir mengatakan, kondisi kendaraan di Batam seperti tidak terkendali. Sehingga perlu kebijakan dalam menekan pertumbuhan kendaraan di Batam. Dimana, satu hal yang bisa dilakukan, seperti kebijakan di Singapura.

”Seperti Singapura, perlakukan pajak tinggi yang bisa mengurangi kendaraan,” katanya.

Menurutnya, di Batam bisa dilakukan kebijakan pajak tinggi untuk kendaraan dengan umur lima tahun ke atas. Sehingga warga akan berpikir untuk membeli kendaraan.

”Mengurangi macet, dengan mengenakan pajak progresif. Mulanya, mungkin akan pro kontra. Tapi nanti manfaatnya akan dirasakan,” sambung Nyat.

Diingatkannya, kalaupun ada penambahan jalan, tetap tidak akan sesuai dengan penambahan kendaraan. Sehingga Nyat mengaku akan mengusulkan kebijakan itu ke pusat dan pemko Batam.(Martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here