Pinjaman Lunak UMKM Rp 2,5 T

2
1815

Pemerintah Pusat Siapkan di APBN 2018

Sejak Triwulan III tahun 2017 lalu, pemerintah pusat meluncurkan program Kredit Ultra Mikro (UMi). Program ini ditangani Kementerian
Keuangan (Kemenkeu) RI. Anggaran tahun lalu sekitar Rp 1 triliun dari APBN.

TANJUNGPINANG – Tahun 2018 ini, program UMi tetap dilanjutkan bahkan anggarannya dinaikkan menjadi Rp 2,5 triliun se-Indonesia. Masing-masing provinsi tidak diberi kuota. Tergantung masyarakat provinsi mana yang paling banyak mengajukan, maka kuotanya makin besar.

Kepala Kanwil Dirjend Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, tahun 2017 lalu, anggaran yang terserap di Kepri hanya Rp 1,2 miliar yang dipinjam 184 pelaku usaha mikro dan kecil.

Angka ini tergolong kecil dibandingkan pinjaman ke bank melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 351,69 miliar kepada 13.067 pelaku Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) di Kepri.

”Memang program ini belum banyak yang tahu. Makanya serapannya pun kecil. Tahun 2018 ini kita harus semakin gencar mensosialisasikannya,” ujar Heru Pudyo di kantornya di Batu 8 Atas Tanjungpinang, Selasa (9/1).

Dijelaskannya, pinjaman lunak ini tidak ditangani perbankan, melainkan ditangani Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Untuk saat ini, Kemenkeu kerja sama dengan Pegadaian.

Baca Juga :  Nurdin Pastikan Pemangkasan Birokrasi

Program UMi ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini kesulitan meminjam di bank untuk mengembangkan usahanya serta tidak memiliki agunan.

KUR yang disiapkan melalui program UMi ini dikhususkan untuk pedagang atau pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan, usaha tempel ban dan usaha dagangan pinggir jalan lainnya.

Adapun batas pinjaman modal Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Sesuai hasil kajian, pelaku usaha mikro dan kecil ini butuh pinjaman modal Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.

Namun, karena pinjaman sekecil ini sudah tembus ke bank, akhirnya pemerintah pusat menyiapkan pinjaman lunak untuk mereka dan proses pinjamannya pun bukan melalui bank.

”Program ini untuk memudahkan pengusaha kecil mendapatkan pinjaman modal. Akses permodalan melalui KUR dan UMi ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menyerap tenaga kerja di sektor KUKM,” tambahnya.

Ditanya berapa persen bunganya, Heru Pudyo belum bisa menjawabnya. Yang jelas, kata dia, pihaknya tetap memantau dan mengawasi jangan sampai bunganya tinggi.

Syaratnya juga mudah, bawa KTP, KK terutama KTP elektronik dan syarat lainnya. Calon debitur bisa mengajukannya ke Pegadaian.

Baca Juga :  Kelabui Petugas, Nelayan Vietnam Pakai Bendera Indonesia

Bedanya KUR UMi dengan KUR yang ditawarkan perbankan, si peminjam tidak dilepas begitu saja. Mereka tetap dipantau dan dibimbing. Pinjam yang sedikit itu diharapkan bisa mengembangkan usaha mereka.

Soal persyaratan lengkapnya seperti apa, Heru berjanji akan mensosialisasikannya lebih rinci ke depan. Sehingga masyarakat pelaku usaha kecil dan mikro bisa berbondong mengajukan pinjaman.

”Karena kuota tak dibatasi, makanya kesempatan bagi warga Kepri untuk ramai-ramai meminjam modal usahanya. Kita berharap pinjaman itu dipergunakan dengan baik,” harapnya.

Adapun jenis KUR yakni, KUR mikro dengan batas pinjaman Rp 1 juta hingga Rp 25 juta. KUR mikro Rp 25 juta hingga Rp 500 juta dan KUR TKI. Sedangkan KUR UMI pinjamannya Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.

”Pemerintah memikirkan dan menyiapkan program dalam rangka memperkuat akses permodalan bagi KUKM. Kredit Ultra Mikro (UMi) ini memudahkan akses permodalan pedagang kecil,” tambahnya.

Ia menambahkan, penyaluran pinjaman KUR UMi ini bisa dengan lembaga pengelola keuangan non bank selain Pegadaian tentu tetap harus memperhatikan kinerjanya.

Baca Juga :  Kebijakan Sulit, tapi Harus Naik

”Jangan sampai lebih besar kredit yang tidak mampu dibayar (kredit macet). Tetap kita jaga NPL (Non Performing Loan)-nya,” tegasnya.

Di Indonesia, banyak sekali produk-produk perbankan nasional yang menawarkan fasilitas pinjaman untuk memulai atau melanggengkan usaha. Perbankan di Indonesia memiliki mekanisme masing-masing dalam menggolongkan sektor kreditnya, terutama untuk kredit ritel dan kredit konsumsi.

Namun, bagi para pengusaha perorangan atau sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa fasilitas kredit yang bisa dimanfaatkan yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini persyaratannya semakin dipermudah oleh pemerintah, namun hanya beberapa bank saja yang mendapat lampu hijau dari pemerintah untuk menyalurkan KUR tanpa agunan.

Pemerintah sedang menggenjot penyaluran KUR yang dipatok mencapai Rp 120 triliun. Pemerintah pun menambang jumlah bank pelaksana KUR yaitu BRI, Mandiri, BNI, BPD kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta 2 bank swasta (Maybank dan Sinarmas Bank) khusus untuk penyalur KUR TKI.(MARTUNAS)

Loading...

2 KOMENTAR

  1. salam hormat,bapak/ibu william ingin mengajukan pinjaman KUR mikro cara gimana sy ktp tembeling tanjung apa thaks.

Tinggalkan Balasan ke william Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here