Pintar Pemasaran Melalui Medsos, Usaha Berkembang

0
125
Para peserta mendaparkan sertifikat pelatihan pemasaran produk dan jasa melaui Medsos.

TANJUNGPINANG – Para pelaku Usaha Kecil Menengah dalam bidang produk dan jasa diminta jeli dan mampu memanfaatkan teknologi. Melalui digital atau media sosial (Medsos) kini dapat mempermudah mengembangkan usaha.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Burhanudin kepada 250 peserta pelatihan pemasaran digital yang dilaksanakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Facebook pusat yang dilaksanakan selama satu hari di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (6/9) pagi hingga sore hari.

Ia menuturkan, sesuai data yang dimiliki, Indonesia sebagai pengguna e-cormmerce atau perdagangan melalui aplikasi tertinggi.

Ia menuturkan, jika para pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi sebagai pemasaran pruduk dan jasanya, maka bisnis yang dijalankan akan cepat berkembang.

Ia menilai, masyarakat Indonesia kini sudah terbiasa berbelanja melalui aplikasi. Bahkan, kini untuk mempermudah masyarakat, sudah banyak aplikasi yang bermunculan.

Salah satu yang terbaru yaitu, e-tani. Aplikasi ini, melayani pelanggan untuk menyediakan kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya.

“Ini kan peluang usaha Bapak-Ibu. Kalau di Tanjungpinang ini dilaksanakan, saya yakin juga akan berkembang, Jadi pembeli tidak perlu lagi ke pasar atau ke supermarket, menunggu di rumah saja, beras sudah datang,” ujarnya di hadapan 283 peserta pelataihan yang hadir.

Ia menuturkan, bahwa bisnis melalui online akan terus berkembang, tinggal upaya dari pelaku usaha untuk memasarkan selain melihat kualitas dan SDM nya.

IWAPI Pusat, Moza menuturkan, program ini bertemakan ShemeansBusiness, yang sudah dilaksanakan, sejak tahun lalu. Tanjungpinang menjadi daerah ke 14.

Ia menuturkan, antusia peserta untuk mengikuti soisalisasi selalu tinggi. Ini membuktikan, bahwa kaum masyarakat banyak yang ingin terus belajar memasarkan usahanya.

Ketua Pelaksana acara, Yulharmidarti menuturkan, perencanaan awal, jumlah peserta hanya 250 orang. Ternyata yang hadir kebih dari itu, yang berasal dari Tanjungpinang, Bintan dan beberapa dari Batam.

Para peserta bukan hanya yang tergabung di IWAPI tetapi juga dari kalangan masyarakat umum. Apakah yang memiliki usaha produk maupun jasa.

Ia berharap, para peserta nantinya, memiliki kemampuan untuk memasarkan produk, bukan hanya di Kepri tetapi juga ke luar daerah bahkan negeri.

Selain itu, tak kalah penting menjaga kualitas produk atau jasa yang dijual ke pelanggan. Jika ini sudah dimiliki, diyakini akan mudah mengembangkan usaha.

Salah satu peserta, Yuni menuturkan, kegiatan tersebut diikuti, agar menambah wawasan dan pengetahuan terkait pemasaran produk menggunakan media sosial.

“Saya ingin belajar memasarkan jasa travel saya melalui media sosial, mudah-mudahan melalui ilmu diajarkan bermafaat untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here