Pintu Masuk Dijaga, Setiap Tamu Disapa 

0
466
Menwa STAI MU foto bersama usai acara wisuda, Sabtu (20/10/2018) lalu.

Melihat Upaya Menwa Menyukseskan Acara Wisuda STAI MU

TANJUNGPINANG – Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) STAI MU Angkatan XIX dan Dies Natalis ke XXI tahun Akademik 2018/2019 di hotel Comforta, Sabtu (22/10) sukses digelar. Setiap rangkaian acaranya juga berlangsung aman. Tentu saja, ini karena matangnya persiapan acara serta ada juga peran Resimen Mahasiswa (Menwa) yang diamanahkan menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengamanan.

Bagi Menwa, mengamankan dan menyukseskan aktivitas kemahasiswaan sudah menjadi kewajiban mereka. Kalau sukses tak mesti dipuji dan saat salah mesti bertanggungjawab atas segala kelalaian mereka.

Lalu apa peran Menwa satuan 055/Bulang Linggi di Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) Angkatan XIX dan Dies Natalis ke XXI tahun Akademik 2018/2019 di hotel Comforta, Sabtu (22/10)? Menurut Komandan Satuan (Dansat) Surianto, untuk menunjang kegiatan dan menyukseskan rangkaian kegiatan wisuda itu, 15 orang anggota Resimen diturunkan untuk pengamanan dan untuk menunjang kegiatan di acara wisuda itu.

“Rapat senat upacara wisuda, kami jadikan sebagai sebuah model pembelajaran dalam membina kemampuan anggota Menwa. Pembelajarannya brupa kemampuan berkomunikasi, sikap disiplin, berfikir cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah di lapangan serta belajar kepemimpinan. Sejatinya, kegiatan pengamanan ini membuktikan kemampuan dasar lapangan, dan tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan tersebut,” sebut Surianto.

Menurutnya, dalam pelaksanaan wisuda kali ini, anggota menwa mendapatkan tugas menjaga tamu VIP, penjagaan di pintu Hang Jebat, Hang Lekir, area tangga di bagian dalam serta di bagian luar untuk melakukan penyortiran tamu yang akan masuk ke dalam ruang VIP.

“Meski keamanan dan kenyamanan tamu merupakan prioritas utama kami, namun tamu yang lain juga mesti merasa tidak terganggu. Tidak mudah mengatur tamu undangan. Dan setiap tamu mesti kami sapa dengan ramah dan senyuman hingag mereka tidak terganggu dengan sistem pengamanan yang kita buat,” ujarnya.

Menurutnya, perlu kesigapan personal serta menojolkan kramahtamahan dalam menyapa setiap tamu serta tujuan mereka, agar mengetahui ke posisi mana tamu itu mesti kami arahkan.

“Acara ini tentu mengundang perhatian orang banyak. Keluarga, relasi para wisudawan ramai-ramai hadir. Di situlah kemampuan Menwa diuji untuk membuat para tamu lain bisa menyaksikan prosesi wisuda tanpa mengganggu tamu-tamu VIP,” kata Surianto.

Target yang diharapkan dan sebagai tolok ukur suksesnya kerja Menwa, sebutnya, adalah berupa suasana berjalan kondusif, para tamu merasa nyaman dan tertib serta acara berlangsung sukses. (*/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here