Pipa PDAM Pemicu Kerusakan Jalan

0
880
RUSAK: Pegawai PDAM Tirta Kepri menggali jalan raya untuk mencari pipa PDAM Tirta Kepri yang bocor di Jalan DI Panjaitan Batu IX Tanjungpinang, Rabu (7/6). f-andri/tanjungpinang pos

Pipa milik PDAM Tirta Kepri banyak yang sudah tidak layak pakai. Kondisinya banyak yang sudah lapuk hingga mudah bocor. Selain merugikan konsumen, ini juga bikin jalan cepat rusak.

TANJUNGPINANG – Pipa saluran PDAM Batu 9 tiba-tiba saja bocor. Ini menyebabkan jalan raya jadi banjir. Pecahnya, pipa PDAM itu akibat kondisi pipa yang sudah tidak memadai. Selain itu juga karena bobot kendaraan yang melintas di jalan juga cukup berat.

Akibatnya, sudah tiga hari belakangan ini petugas PDAM Tirta Kepri, menggali jalan untuk mencari sumber kebocoran air PDAM itu. Dan suplai air ke masyarakat juga jadi semakin berkurang. Setelah pipa diperbaiki, bekas galian itu hanya ditutupi dengan menambal pakai semen saja.

Ridwan, warga Tanjungpinang minta kepada PDAM Tirta Kepri, untuk menganti pipa yang berada di bawa jalan raya. ”Sudah pipanya tua, berada di bawah jalan raya. Kalau ada kendaraan berat melintas pipa tua kembali rawan bocor,” kata Ridwan, kemarin.

Baca Juga :  Pipa PDAM Ganggu Pengendalian Banjir

Menurutnya, Pemko, Pemprov dan PDAM Tirta Kepri, mencarikan solusinya. Misalnya, pipa yang berada di bawah jalan raya, rawan kebocoran diganti. Dibuat pipa baru kemudian posisinya jangan di tengah jalan, pinggir jalan kalau ada kendaraan berat melintas tak apa-apa.

“Kita lihat Jalan DI Panjaitan dan sekitarnya. Awalnya jalan ini mulus sekarang sudah terlihat bekas galian PDAM. Ini membahayakan bagi pengendara yang melintas,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Amrialis meminta pihak PDAM Tirta Kepri harus bertanggungjawab rusaknya jalan akibat bekas galian PDAM. Ia minta bekas galian harus diaspal seperti semula dan tidak ada bergelombang.

Baca Juga :  Demokrat Gelar Program 1 Hari Satu Ayat

”Seharusnya mereka (PDAM, red) mengembalikan kondisi jalan seperti semula,” kata Amrialis kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (8/6). Meskipun tidak ada sanksi, dia menegaskan, PDAM Tirta Kepri tetap dan harus bertanggungjawab hingga mengembalikan bentuk asli jalan raya seperti semula.

Misalnya, sebelum digali jalan sudah diaspal dan tidak ada berlubang. Sekarang sudah digali kemudian jalan tidak diaspal bisa menimbulkan jalan berlubang. ”Kita minta kepada PDAM untuk mengembalikan jalan tersebut hingga diaspal,” terang dia.

Kepala Bidang (Kabag) Teknik PDAM Tirta Kepri, Wahyu mengatakan, pihaknya memang tidak bisa mengembalikan jalan tersebut seperti semula. Artinya, PDAM Tirta Kepri tidak bisa mengaspal jalan tersebut. ”Kita bisa bongkar hingga menutup menggunakan semen saja. Kalau aspal, kita tidak bisa. Maklumlah, bukan bidang kita,” kata Wahyu.

Baca Juga :  Telukkeriting Bakal Kinclong

Meskipun tidak bisa mengembalikan jalan seperti semula, kata dia, PDAM Tirta Kepri selalu bayar kepada Dinas PU saat melakukan pengerjaan pengaspalan jalan raya. Baik itu yang melakukan pengaspalan jalan dari Dinas PU Kota Tanjungpinang maupun Dinas PU Provinsi Kepri.

”Biasanya kita bayar Rp 2 juta,” ucap dia. Saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang menangani pipa PDAM yang bocor di Jalan DI Panjaitan Km 8 Tanjungpinang.(ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here