Plagiarisme di Perguruan Tinggi

0
1985
Tri Apriadi, S.Pi., M.Si.

Oleh: Tri Apriadi, S.Pi., M.Si.
Dosen di Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, UMRAH

Beberapa waktu yang lalu, dunia pendidikan tinggi di Indonesia tercoreng atas kasus plagiarisme pada salah satu Universitas di Jakarta. Sebenarnya kasus plagiarisme di Indonesia sudah ada sejak lama dan terjadi tidak hanya di kalangan akademisi perguruan tinggi, melainkan juga di kalangan ilmuwan pada lembaga penelitian serta seniman melalui karya yang mereka ciptakan. Menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan apabila kasus plagiarisme ini terjadi di lingkungan perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Peran warga akademik (dosen, mahasiswa, serta staf) sebagai ilmuwan yang seharusnya selalu memegang prinsip bahwa “seorang ilmuwan boleh salah, tetapi tidak boleh berbohong”, akan menjadi tidak ada artinya apabila melakukan tindakan plagiat.

Plagiat dan Plagiarisme
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), plagiat diartikan sebagai “pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri”, sedangkan plagiarisme berarti “penjiplakan yang melanggar hak cipta”. Salah satu contoh esktrem dari seseorang yang melakukan tindakan plagiat (disebut juga plagiator) misalnya menerbitkan keseluruhan naskah tulisan orang lain atas nama dirinya sendiri. Apabila dikaji lebih lanjut, maka tergolong sebagai tindakan plagiat dapat juga berupa: mengutip kata dan atau kalimat, istilah, gagasan, pendapat, teori, video, gambar, atau tabel tanpa menyertakan sumber informasi yang sah (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 17 Tahun 2010). Beberapa kategori plagiarisme yang disebutkan terakhir inilah yang umumnya menjadi penyebab kasus plagiarisme di perguruan tinggi Indonesia.

Perkembangan teknologi di era digital sangat memungkinkan setiap orang mendapatkan sejumlah informasi yang dibutuhkan melalui penggunaan internet. Berbagai jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online menjadi sumber referensi yang dengan mudahnya dapat diakses oleh warga akademik di perguruan tinggi. Di lain pihak, perkembangan teknologi tersebut justru membuat warga akademik juga dengan mudahnya menyalin dan mengambil sebagian atau keseluruhan dari artikel yang didapatkan untuk dimasukkan ke dalam karya tulis yang mereka buat. Informasi ilmiah yang dibagikan lewat website pribadi, blog, atau slideshare sangat memungkinkan dijadikan rujukan utama oleh warga akademik tanpa perlu berusaha mencari sumber referensi lainnya.

Banyak alasan yang membuat warga akademik melakukan hal tersebut, bisa jadi karena tuntutan penyelesaian tugas/ laporan mahasiswa telah sampai tenggatnya, kewajiban menulis jurnal ilmiah untuk memenuhi persyaratan jabatan fungsional dosen, alasan ketidaktahuan, atau bahkan merupakan kebiasaan yang tanpa disadari bisa menjadi budaya negatif. Menjadi tugas bersama bagi warga akademik untuk menyadari bahwa karya yang mereka hasilkan harus benar-benar asli, bebas dari plagiarisme.

Mengingat pentingnya orisinalitas suatu karya ilmiah yang dihasilkan oleh warga akademik, maka pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 17 Tahun 2010 telah mengatur suatu upaya Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Setiap perguruan tinggi diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap setiap karya ilmiah yang dihasilkan dan memastikan bebas plagiat. Upaya pencegahan plagiarisme ini dapat dilakukan dengan memasukkan materi plagiarisme pada salah satu mata kuliah (misalnya Metode Penelitian), menggunakan aplikasi sitasi dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis untuk memastikan tidak ada referensi yang terlewatkan di artikel yang dibuat, menggunakan program anti plagiarisme untuk memastikan artikel bebas plagiat, serta melampirkan pernyataan yang ditandatangani oleh penulis pada setiap karya ilmiah yang dihasilkan.

Terlepas dari upaya pencegahan dan penanggulangan plagiarisme yang telah disebutkan sebelumnya, hal yang menjadi poin penting dari itu semua adalah kemauan dari setiap warga akademik untuk menyadari sepenuhnya bahwa plagiarisme adalah salaha satu bentuk pelanggaran hak cipta. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here