PLN Ancam Lakukan Pemadaman

0
770
Sosialisasi: PLN Batam saat sosialisasi bertema ketenagalistrikan lke perwakilan RT dan RW di batam, kemarin. f-martua/tanjungpinang pos

Minta Tarif Listrik Naik lagi

BATAM – Bright PLN Batam mengakui kondisinya saat ini lagi sulit dan menyebutkan dalam kondisi emergency. Tanpa kenaikan tarif listrik Batam, kedepan kondisinya PLN Batam akan melakukan pemadaman bergilir. Kondisi itu yang mendorong Pemerintah Provinsi Kepri, untuk merespon pengajuan yang disampaikan PLN Batam, untuk kenaikan tarif listrik Batam tahap II, Agustus, untuk tagihan September 2017.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Amjon, saat sosialisasi kenaikan tarif listrik tahap II, Kamis (10/8) mengungkapkan kondisi listrik Batam, sebagaimana laporan yang disampaikan PLN Batam. ”Sesuai surat PLN Batam, kalau sampai batas waktunya, pengajuan PLN tidak direspon Pemprov, akan ada hal-hal yang dilakukan (pemadaman),” ungkapnya.

Menurut Amjon, dalam pergub, kenaikan 45 persen. Namun kita minta bertahap, setelah menerima masukan Wako, naik 15 persen. Sehingga kita tidak mengubah tarif, tapi timing-nya berubah. Jadi karena ada surat PLN, maka kenaikan dilakukan tahap II dengan melakukan sosialiasi. Karena kita menganggap forum RT/RW yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga :  UKM Malaysia Belajar Bikin Kue di Batam

Dengan kenaikan tahap II, diwajibkan PLN untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, kenaikan yang dilakukan mulai bulan ini, diakui masih sesuai Pergub. Dimana, setelah kenaikan pertama 15 persen dan tahap II 15 persen, maka kemampuan PLN Batam, masih wajar. ”Di pergub, tahap pertama 30 persen yang rencana kita lakukan kemarin. Namun dalam pelaksanaannya, naik cuma 15 persen. Itu baru untuk titik impas,” katanya.

15 persen yang kemudian akan dinaikkan ke depan atau tahap III, akan digunakan untuk pengembangan listrik di Batam. Dimana, dana akan digunakan untuk menerangi pulau-pulau. ”Kemarin, kenaikan hanya 15 persen. Kemudian sekarang PLN tidak sanggup, makanya dinaikkan lagi 15 persen,” jelas Amjon.

Diakui, jika langkah yang akan diambil PLN Batam, tanpa kenaikan tahap II, di antaranya pemadaman bergilir, karena terkait dengan kemampuan operasional PLN. Hal itu juga akan mendorong penundaan pengoperasian pembangkit di Tanjung Uncang. ”Tanpa kenaikan tarif tahap II, kemampuan PLN Batam akan menurun dan akan ada pemadaman bergilir,” jelas Amjon.

Baca Juga :  Kapolda Kepri Motivasi Personil BKO di Jakarta

Berangkat dari surat PLN Batam, sudah dilakukan rapat antara Pemko Batam dan Dinas ESDM Kepri?, pada 27 dan 29 Juli 2017. ”Keputusan tetap diambil Gubernur bersama Wako Batam. PLN tidak bisa melakukan kenaikan dan lain, sebelum sosialisasi kepada masyarakat,” kata Amjon.

Diakui, pihaknya meminta hasil audit PLN, jika benar silahkan audit, kalau benar-benar merugi. Dimana, dari laporan yang diterima, PLN Batam merugi 16 miliar setiap bulan. ”Saya tidak bisa mengambil keputusan atas kondisi PLN. Kalau nanti kenaikan tahap II, itu bukan keputusan Kepala ESDM. Saya ikut arahan saja,” imbuhnya.

Direktur Bisnis dan Komersial PLN Batam, Khusnul Mubien mengatakan, mereka terpaksa memilih menaikkan tarif listrik pada Agustus 2017, karena terkait dengan kemampuan operasional yang semakin menurun. ”Tanpa naik, boleh beroperasi, tapi kan pasti ada pengurangan daya (pemadaman). Semakin lama, pengurangan akan tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  THR Dewan Batam Rp4 Jutaan

Diakui, dengan tambahan kenaikan 15 persen bulan Agustus 2017 ini, operasional baru bisa normal. Sementara untuk pengembangan listrik ke pulau-pulau, belum bisa dilakukan. Dengan kenaikan tambahan 15 persen, PLN bisa operasional normal, tapi pemeliharaan banyak yang tertunda. ”Kalau sampai inpas, maka pelayanan seperti sekarang. Tidak bisa ekspansi ke pulau-pulau dan dampaknya ke depan jika tidak ada pemeliharaan,” imbuhnya.

Sekarang, diambil langkah menaikkan 15 persen setelah tahap I sekitar 15 persen, untuk rumah tangga, yang naik hanya dua golongan. ”Pengguna daya 1300 KWh dan 2200 KWh. Diatas 2200, hanya naik 5 persen,” bebernya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here