PLN Batam Defisit hingga April

0
452
KANTOR PLN Batamf-istimewa
Beberapa hari belakangan ini, Batam mengalami pemadaman bergilir. Kondisi ini berlangsung disebabkan defisit daya sekitar 50 MW.

BATAM – Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung, hingga awal atau pertengahan April 2019. Sehingga masa pemadaman perbergilir diupayakan siang hari dan sekitar 2,5 jam.

Kondisi listrik itu diungkapkan Manager CSR PLN Batam, Suprianto, Kamis (28/3) di Batam. Disebutkann pemadaman bergilir dilakukan jam siang serta memprioritaskan pelanggan rumah tangga tetap hidup, karena ada ujian nasional (UN).

”Memang kita ada jadwal pemadaman, tapi tidak signifikan. Kita prioritaskan untuk anak-anak yang UN tidak terganggu. Rumah tangga diprioritaskan hidup, terutama saat jam belajar anak-anak di rumah,” ungkap Suprianto.

Baca Juga :  Stok Beras Batam Menipis

Selain untuk sekolah, PLN berjanji, tidak ada pemadaman bergilir saat Pemilu nanti, karena pemeliharaan. Untuk pemadaman bergilir, pihaknya diakui sudah berkoordinasi ke Disdik Kepri.

”Kita tidak boleh padam pada saat pemilu. Jadi kita prioritaskan UN dan persiapan pemilu. Masa recovery sampai April 2019 awal,” sambung Suprianto.

Sementara untuk wilayah pemadaman, diakui tersebar. Lebih lengkap dengan jadwal pemadaman, bisa diakses di medsos PLN Batam.

”Defisit kita 50 MW, karena ada kerusakan, gangguan pembangkit gas. Itu di luar perencanaan untuk pemeliharaan. Mau waktu pemeliharaan sebenarnya, tapi sebelum itu sudah drop dulu di Panalaran,” beber dia.

Baca Juga :  BP: Batam Strategis Alih Muat di Selat Malaka

Diakui, rencana awal, PLN Batam akan melakukan pemadaman pembangkit secara rutin. Namun sebelum tiba waktunya, pihaknya sudah menerima informasi pembangkit tenaga gas di Panalaran, drop. ”Makanya kita lakukan padam bergilir sekitar 2,5 jam maksimal,” sambungnya.

Dihimbau agar masyarakat di Batam, lebih menghemat listrik. Terutama saat beban puncak listrik di Batam. Beban puncak di Batam, beda dibeban di daerah pulau.

Kalau di pulau, beban saat malam hari. PLN juga mengupayakan, agar pemilik pembangkit sendiri, agar menghidupkan gensetnya, sehingga beban listrik PLN bisa berkurang.

Baca Juga :  Meski Beragam, Tetap Satu Tujuan

”Kepada masyarakat untuk dapat menghemat terutama beban puncak yang terjadi pada pagi sekitar pukul 08.00 WIB, pagi pukul 14.00 sampai 16.00 WIB serta malam pukul 17.00 sampai 21.00 WIB. Malam hari aga kurang,” kata dia.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here