PLN Cabut 1.375 Subsidi Listrik

0
505
SEJUMLAH teknisi PLN Letung ketika membongkar gulungan dinamo yang rusak dan bakal diperbaiki langsung ke pabriknya. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Warga merasa kaget ketika membayar tagihan listrik membengkak, menyusul dicabutnya subsidi listrik tanpa ada sosialisasi.

ANAMBAS – Sedikitnya selama satu tahun terakhir ini sudah ada 1.375 pelanggan yang dicabut subsidinya di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini membuat masyarakat merasa keberatan dan resah, pasalnya tagihan listrik membengkak.

”Biasanya kita bayar sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per bulan. Sekarang bisa sampai Rp 300 ribu,” ungkap salah seorang warga Tarempa Wawan, Minggu (4/3).

Hal yang membuatnya lebih geram, lanjutnya, meski mahal namun pelayanan PLN juga belum maksimal. Terkadang-kadang warga masih merasakan mati lampu, bahkan kadang tanpa pemberitahuan dulu.

”Bayar boleh mahal, tapi mati lampu juga,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Susi, warga lainnya mengaku sangat kurang setuju dengan langkah yang diambil PLN Tarempa yang secara sepihak tanpa memberikan sosialisasi dulu langsung mencabut subsidi listrik tersebut.

”Awalnya, saya pikir ada kecurangan ternyata setelah dicek subsidi listrik saya dicabut,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Supervisor Pelayanan Administrasi PLN Rayon Anambas Dedy Prima Irawan, mengakui pencabutan subsidi yang dilakukan PLN Rayon Anambas tanpa memberikan sosialisasi dulu.

Dedy juga tidak bisa menjelaskan, dan membuktikan secara administrasi seperti surat-surat keputusan pencabutan subsidi dari PLN pusat. Ia hanya menjelaskan jika pencabutan subsidi merupakan arahan dari pemerintah pusat.

”Berdasarkan data daerah, yang mendapatkan subsidi di Anambas hanya 87 rumah saja sementara itu lainnya dicabut subsidinya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika untuk pelanggan yang masih menggunakan meteran kapasitas 2 ampere tetap membayar dengan tarif subsidi yakni Rp 415 per kwh.

Untuk keluarga yang menggunakan meteran 4 ampere, subsidi membayar dengan tarif subsidi yakni Rp 586 per kwh. Dan untuk keluarga yang menggunakan meteran 4 ampere non subsidi, harus membayar biaya listrik dengan tarif Rp 1.352 per kwh.

Sementara itu, untuk keluarga yang menggunakan meteran kapasitas 6 ampere. Akan dikenai tarif Rp 1.467 per kwh. Untuk tarif ini sama dan berlaku secara nasional,” ungkap Dedy Prima.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here