PLN Diminta Siapkan Genset

0
344
WAKIL Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang bersama anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Simon Awantoko saat meninjau UNBK siswa SMPN 6 yang menumpang ujian di SMAN 4 Tanjungpinang, tahun lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

DPRD Tanjungpinang Segera Adakan Pertemuan

Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar serentak se-Indonesia menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan DPRD Kota Tanjungpinang. Listrik menjadi hal utama yang harus dipersiapkan agar peserta ujian merasa nyaman saat mengikuti ujian nasional nanti.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya selalu melakukan pertemuan dengan PLN Tanjungpinang termasuk dewan untuk membahasnya.

Kemudian dilakukan juga penendatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). ”Nanti ada kerja samanya. Kita bahas bersama dulu nanti. Masih ada waktu beberapa pekan lagi,” ujar Dadang kepada Tanjungpinang Pos, via ponselnya, kemarin.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang mengatakan, pihak PLN Persero selalu berupaya tiak terjadi gangguan listrik atau pemadaman saat UNBK baik SMA sederajat maupun SMP sederajat.

Selain itu, pihak PLN juga menyediakan genset di sekolah-sekolah yang menggelar UNBK. ”Tahun ini akan seperti itu. Saya yakin PLN akan siapkan genset nanti. Tentu akan kita bahas juga ini bersama Disdik Tanjungpinang,” jelas Maskur, kemarin.

Ia menambahkan, di Tanjungpinang belum banyak SMP yang memiliki genset sendiri. Sehingga memang sangat dibutuhkan genset dari PLN. ”Ada sekolah yang punya genset. Tapi saya lupa sekolah yang mana saja. Cuman tidak banyaklah,” tambahnya.

Tahun ini, kata politisi Demokrat Tanjungpinang ini, belum semua SMP di Tanjungpinang mengikuti UNBK. Masih ada SMP di Tanjungpinang yang menggelar Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Belum semua SMP di Tanjungpinang menggelar UNBK selain belum sekolah yang memiliki komputer yang memadai, juga diakibatkan jumlah SMP dan SMA/SMK di Tanjungpinang tidak sebanding. Jika jumlahnya sebanding, masih bisa menumpang.

Di Tanjungpinang, jumlah SMP baik negeri dan swasta ada 27 unit. Sedangkan jumlah SMA dan SMK di Tanjungpinang hanya belasan unit baik negeri dan swasta. Sehingga tidak mencukupi meski pun menumpang. Apalagi, ada juga beberapa SMP yang letaknya jauh. Sehingga tidak mungkin dipaksakan jika harus menumpang di SMA sederajat yang letaknya jauh. Karena itu, ia berharap Disdik Kota Tanjungpinang bisa menyediakan sarana komputer secara bertahap di SMP yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

Ia yakin, jika fokus pengadaan komputer atau sarana prasarananya, maka satu tahun anggaran bisa memenuhi komputer di semua SMP di Tanjungpinang. Tapi, karena APBD yang terbatas, hal itu tidak bisa dilakukan sekaligus. ”Kalaupun dilakukan seperti itu, pasti ada yang korban. Mungkin ada pembangunan yang dikorbankan,” katanya.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here