PLN Pasok 160 MVA ke Bintan

0
425
MOU: Pihak PLN usai menandatangani MoU dengan pimpinan PT BRC dan PT BIIE, Jumat (24/11) di Lagoi Bintan. f-istimewa/humas pln tanjungpinang

TANJUNGPINANG – PLN siap memasok listrik sebesar 160 MVA demi mendukung kemajuan investasi kawasan industri dan pariwisata di Bintan, Provinsi Kepri.

Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) antara PLN dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dengan daya 120 MVA dan PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) dengan daya 40 MVA, Jumat (24/11) di Lagoi Bintan.

MoU ini ditandatangani oleh Busran Labintang selaku Manajer Niaga PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) dengan Surya Tjahyadi selaku General Manager PT BIIE, dan Aditya Laksmana selaku General Manager PT BRC dan yang disaksikan oleh Hendra Iswahyudi, selaku Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Kerja sama ini bertujuan untuk membangun komitmen saling bersinergi dan bekerjasama dalam pemenuhan tenaga listrik saat ini dan di masa yang akan datang guna mendorong investor di Kawasan Industri Lobam dan Kawasan Pariwisata Lagoi, Pulau Bintan Kepulauan Riau.

Guna memenuhi kebutuhan sebesar 160 MVA, PLN membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk 150 kV di Lagoi  sepanjang 20 kilometer route (kmr) dari Gardu Induk 150 kV Sri Bintan dan pembangkit berbahan bakar gas 9 MW di Teluksasah dekat Lobam yang beroperasi di awal Desember 2017.

Sementara itu, guna menambah pasokan listrik di Pulau Bintan dalam dua tahun ke depan akan dibangun pembangkit secara bertahap. Busran optimis penyediaan energi listrik kedua kawasan tersebut dapat diwujudkan, mengingat kebutuhan listriknya disepakati secara bertahap.

”Namun bila ada tambahan, PLN siap mengalirkan energi listriknya berapapun,” ujar Busran.

Busran  menegaskan bahwa kondisi kelistrikan di Pulau Bintan semakin membaik, sehingga seluruh kebutuhan listrik baik untuk mencukupi kebutuhan sektor industri, pariwisata, usaha kuliner, pertokoaan, mall dapat dipercayakan kepada PLN.

”Kami selalu siap untuk memasok kebutuhan listrik agar para pelaku industri maupun pelaku usaha bisa lebih fokus mengurus bisnisnya, dan tentunya urusan listrik serahkan saja ke PLN,” ungkap Busran.

Hendra Iswahyudi selaku Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengatakan, semoga PLN dapat memasok listrik dengan kualitas yang andal dan harga yang kompetitif.

”Agar industri dan pariwisata di Pulau Bintan dapat tumbuh guna mendorong laju ekonomi di Kepri mengingat secara geografis sangat stategis karena berbatasan dengan dua negara,” jelasnya.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, maka PT BRC akan menjadi pelanggan PLN terbesar di Kepri bahkan di Sumatera yang akan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau.

Nantinya, tidak hanya peningkatan kebutuhan listrik, tetapi juga akan menyerap tenaga kerja sehingga roda perekonomian di Bintan semakin membaik bahkan akan menjadi distination wisata yang menarik untuk dikunjungi baik dari dalam maupun luar negeri.

”Banyak manfaat yang akan dirasakan bagi masyarakat, khususnya di Pulau Bintan dan Provinsi Kepri pada umumnya,” ujar Abdul Wahab selaku Group General Manager PT BIIE, dalam sambutannya.

Wahab berharap PLN bisa memberikan kualitas layanan yang terbaik dan resposif dalam menanggapi setiap permasalahan yang terjadi agar kontinuitas layanan dapat terjamin dan komunikasi juga terjalin secara harmonis.

Sehingga bila ada gangguan waktu pemulihan tidak mengganggu aktivitas bisnis PT BIIE dan PT BRC mengingat dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan kebutuhan listrik untuk menjalankan usaha bisnis mencapai 100 MW lebih.

Adapun kontak yang bisa dihubungi adalah, Dwi Suryo Abdullah Manajer SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri. HP. 081392925355. Email.dwisuryohvdc@gmail.com. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here