PLN Sewa Mesin dari Inggris

0
733
Mesin pembangkit yang didatangkan PLN dari Inggis, tiba di Batam, beberapa hari lalu.f-istimewa

BATAM – Untuk mengurangi defisit data di Batam karena banyaknya mesin pembangkit listrik yang tahap perbaikan, akhirnya Bright PLN Batam sudah mendapatkan pengganti mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Panaran.

Ditargetkan, 5 Mei 2019 nanti, mesin itu sudah bisa beroperasi untuk menghasilkan 40 Mega Watt (MW). Saat ini, daya listrik di Batam turun minus hingga 50 persen.

Mesin yang disewa dari United Kingdom (UK) Inggris itu sudah tiba di Panaran. Saat ini proses yang berlangsung adalah pemasangan mesin.

Humas Bright PLN Batam, Yoga mengatakan, Jumat (3/5), mesin-mesin pembangkit itu sudah tiba di Pelabuhan Batu Ampar, 30 April 2019. Selanjutnya, proses pengeluaran mesin dari kontainer dilakukan. Setelah itu mesin ukuran besar dalam kontainer itu dibawa ke Panaran.

Baca Juga :  Pemprov Gagas Roro Rute Pinang-Malaysia

”Mesin itu kalau tidak salah dari Inggris. Intinya dari UK. Sekarang dalam proses pemasangan di Panaran,” kata Yoga.

Ditanya kondisi listrik di Batam pasca beroperasinya mesin itu, Yoga berharap sudah normal. Namun, kata dia, dibutuhkan waktu memasang mesin itu sekitar dua hari.

”Selain itu, dilakukan ujicoba atau running test selama dua hari. Jadi kita harap, 5 Mei sudah operasi,” harap Yoga.

Dirut Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengatakan, mesin didatangkan untuk mengatasi kerusakan pada tiga sumber aliran listrik di Batam.

Status mesin itu sewa dengan biaya yang tidak murah. PLN harus mengeluarkan dana miliaran untuk menyewa mesin pembangkit itu.

Baca Juga :  Telkomsel-Gojek Kolaborasi Perkuat Ekonomi Digital

”Terpaksa kami sewa mesin dari Inggris untuk mengatasi pemadaman bergilir. Itu kita sewa miliaran,” bebernya.

Kata dia, mesin disewa PLN Batam bekerjasama dengan PT Dalle Energy Batam. Diharapkan, keberadaan mesin ini akan mengatasi krisis karena pemadaman bergilir. Dimana, daya yang dihasilkan, 40 MW dapat mengatasi listrik yang padam bergilir sejak 19 April 2019 lalu.

Sementara kerusakan mesin terjadi, selain di Panaran, juga mesin di pembangkit PLTU di Tanjungkasam berkapasitas 40 miliar. ”Jadi memang ada gangguan. Tapi gangguan ini dari alam dan bukan manusianya,” beber dia.

Selama hampir satu bulan, PLN Batam melakukan pemadaman bergilir listrik di Batam. Kondisi ini dilakukan karena cadangan daya listrik di Batam, turun hingga sekitar 50 persen. Menurut Direktur Operasional PLN Batam, Awaluddin Wafid, cadangan pembangkit listrik di Batam, saat ini kurang dari 65 MW.

Baca Juga :  Mantan Sekdaprov Kepri Jadi Plt Sekretaris BNPP

Ada pembangkit milik PLN yang mengalami gangguan dan dalam perbaikan. Satu pembangkit ditargetkan selesai 26 April lalu dan satu pembangkit lagi ditargetkan selesai 2 Mei. Sehingga secara umum, listrik di Batam akan kembali normal.

Namun setelah itu, akan ada juga pembangkit lainnya yang akan mengalami perbaikan. Agustus hingga September, nanti diperbaiki, namun semoga dengan kondisi yang ada nanti, lebih aman. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here