PLN Siapkan Daya 570 MW

0
657
Pembangkit Tanjungkasam: Pembangkit Tanjungkasam, Batam ini menjadi salah satu pembangkit penyuplai daya ke PLN untuk kebutuhan listrik di Pulau Batam dan Pulau Bintan. f-dokumen/tanjungpinang pos

Kebutuhan Listrik Lebaran Batam dan Bintan

Bright PLN Batam mengaku kondisi listrik untuk Batam sedang baik hingga tidak ada pemadaman selama Idul Fitri. Seandainya ada terjadi pemadaman, itu bukan masalah daya namun pengecualian pada gangguan.

BATAM – Untuk kebutuhan listrik pulau Batam dan Bintan PLN sudah menyiapkan sekitar 570 MW denga beban puncak 540. Jumlah daya itu diakui masih surplus. hal itu diungkapkan Direktur Utama PLN Batam, Dadan K, saat buka bersama pers Batam Rabu (21/6) malam. Menurutnya, PLN berharap, pemakaian bisa sesuai dengan daya yang tersedia. Alasannya, jika ada kelebihan daya, tidak bagus untuk PLN. ”Kelebihan daya, malah tidak baik. Tapi kita siap tidak mati selama lebaran. Dijamin tidak mati. Kecuali ada gangguan alam,” kata Dadang.

Menurut Dadang, saat ini daya listrik Batam yang tersedia, termaksud untuk interkoneksi Batam-Bintan, sekitar 570 MW. Jumlah itu cukup besar, atau lebih dari kebutuhan Batam dan interkoneksi. ”Ya,itu untuk Batam-Bintan. Kita surplus. pembangkit kita ready 540 MW,” kata Dadan. Presiden Direktur PLN Batam, Dadang Kurniadipura mengatakan, selama Ramadan, tidak ada permasalahan signifikan dalam kelistrikan Batam.

”Meskipun ada beberapa gangguan kredensial, tapi dalam skala kecil. Namun, dapat cepat diatasi kawan-kawan di lapangan,” sambung Dadan.  Saat ini diakui Dadan, beban puncak PLN Batam, sekitar 540 sampai 550 MW. Daya itu dipakai sekitar 300 ribu pelanggan. ”Sebagian daya kita evakuasi ke Bintan,” imbuhnya. Pada kesempatan itu, Dadan sempat menyinggung soal penyesuaian tarif PLN Batam. Ditegaskan, penyesuaian tarif dimaksudkan untuk menyelamatkan listrik Batam.

”Perlu kami tegaskan, penyesuain tarif, dalam menyelamatkan listrik, karena kami sudah menggerus dana lain-lain kami untuk menjaga kelangsungan usaha kelistrikan di Batam. Tapi kami harus menghargai regulasi yang dipegang pemerintah kepri,” sambung Dadang.

Dia menyinggung dinamika pembicaraan di media sosial, terkait listrik di Batam. Dipahami hal itu sebagai dampak dari penyebaran informasi yang sangat cepat, namun tanpa verifikasi dan klarifikasi. ”Jika masyarakat awam tidak bisa membedakan media yang sesuai dengan UU Pers, akan terganggu. Disini media harus mampu meluruskan dengan verifikasi berita,” sambungnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here