PMA Cina Berdatangan ke Batam

0
247
Investor Cina saat datang ke BP Batam untuk mengurus perizinan investasi di Batam, beberapa waktu lalu. f-istimewa/humas bp batam

BATAM – Hengkangnya perusahaan asing dari Cina, memberikan angin segar untuk Batam. Beberapa perusahaan di Cina hengkang, termaksud terkahir produsen hard disk terbesar dunia asal Amerika Serikat, memilih menutup pabriknya di Cina. Penutupan perusahaan di Cina disebut dampak dari kenaikan pajak. Sehingga diharapkan masuk dan akan disambut di Batam.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita, Rabu (7/3) mengatakanharapannya, perusahaan-perusahaan yang hengkang akan masuk di Batam. Dimana, perusahaan hengkang selain karena pajak yang tinggi, juga biaya tenaga kerjaan serta keberpihakan Cina terhadap perusahaan lokal.

”Kita ingin menangkap peluang ini. Apalagi Batam sebagai daerah perdagangan bebas, letaknya di daerah perbatasan, yang mendukung kegiatan ekspor,” harap Lukita.

Diakui, Batam membutuhkan banyak investor untuk mendongkrak ekonomi hingga bisa mengembalikan pertumbuhan ke angka 7 persen. Walau disisi lain, pihaknya tidak ingin asal menerima calon investor. BP Batam tetap harus melakukan kajian terhadap dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan. ”Kami memang sangat membutuhkan investor. Tapi disisi lain harus berhati-hati dampak lingkungan yang ditimbulkan, dalam menerima investor asing,” ujar Lukita.

Menurut Lukita, BP akan menyiapkan langkah dalam menyikapi kondisi di Cina. Dimana diharapkan, pemerintah pusat akan membantu Batam dalam mendorong perusahaan-perusahaan yang hengkang itu, agar memilih Batam sebagai daerah baru dalam investasi.

”Kami akan koordinasi dengan Mentri Perindustrian. Kalau yang dari perusahaan Cina-nya sudah ada masuk ke Batam tahun ini. Ada empat sampai enam,” jelasnya.

Dijelaskan, saat ini fasilitas untuk mendukung aktivitas industri di Batam juga bertambah. Dibangun kawasan pengelolaan limbah berbahaya. Sehingga diharapkan, perusahaan yang akan masuk Batam semakin banyak.

”Pengelolaan limah B3 yang sudah kita bangun, akan mendukung kemudahan perusahaan beroperasi di Batam. Itu meringangkan biaya perusahaan. Makanya kita harapkan, daya tarik Batam semakin tinggi,” harap Lukita.

Menurut Lukita, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batam, akan mendapat keuntungan besar. Selain potensi pasar Indonesia yang luas, juga karena Batam diperbatasan, sehingga memudahkan pengiriman barang keluar negeri. ”Kita akan menangkap peluang perusahaan dengan orientasi ekspor,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here