PMA Keluhkan Bahan Baku dari Jakarta

0
252
Kepala BP Batam Lukita menemui manajemen Caterpillar Indonesia Batam guna menampung aspirasi dari kalangan dunia usaha di Batam. F-Humas BP Batam

BATAM – Badan Pengusaha (BP) Batam, kembali mengunjungi perusahaan asing (PMA) yang beroperasi saat ini. Di antaranya, PT Caterpillar Indonesia Batam, untuk menerima masukan dan kendala yang dihadapi. Perusahaan ini, sekarang sudah mendatangkan bahan baku dari dalam negeri. Namun dikeluhkan lama pengiriman bahan baku yang lambat dari Jakarta.

Keluhan itu diterima Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, saat mengunjungi perusahaan itu, Jumat (21/9). PT Caterpillar Indonesia Batam sendiri beroperasi di Tanjung Uncang, Batam. Di mana, pengiriman barang dari Jakarta dikeluhkan lebih lambat dibanding dari Singapura.

”Mereka mengeluhkan bahan baku dari Jakarta yang lambat ke Batam, itu akan kita sikapi. Saya rapatkan dengan para deputi pada rapat pimpinan untuk dirundingkan solusinya, agar PT CIB dapat beroperasi secara maksimal di Batam,” kata Lukita.

Lukita menilai, PT Caterpillar Indonesia Batam sangat peka melihat adanya potensi besar untuk terus berinvestasi di Batam. Khususnya di bidang pertambangan dan alat-alat berat. ”Dengan produk berkelas internasional dan dilengkapi teknologi terkini, ditambah sektor pertambangan yang akan meningkat seiring tingginya permintaan batubara sebagai energi pembangkit listrik,” kata dia.

Demikian dengan kebutuhan yang meningkat, karena maraknya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia. ”Itu menjadi pemicu terbukanya potensi pasar konstruksi, alat berat, dan pertambangan saat ini.” Kata Lukita.

PT Caterpillar Indonesia Batam sendiri beroperasi di Batam sejak tahun 2013 dan merupakan penyumbang investasi di Batam sebesar 170 juta dolar Amerika. Direktur PT Caterpillar Indonesia Batam, Timothy Young mengakui kendala mereka masalah bahan baku.

”Saat ini kami masih terkendala di masalah bahan baku. Meskidari dalam negeri, namun lama pengiriman dari Jakarta ke Batam lebih lama daripada melalui Singapura ke Batam,” katanya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here