PMI Kehabisan Stok Darah

0
915
DONOR DARAH: Petugas PMI Tanjungpinang saat mengambil darah dari pendonor beberapa waktu lalu.f-yoan/tanjungpinang pos

Lusa, Donor Darah Digelar di Gedung Bintan Expo

TANJUNGPINANG – Unit Transfusi Darah (UTD) PMI cabang Kota Tanjungpinang, kehabisan stok darah. Padahal, kebutuhan darah di Tanjungpinang sangat tinggi. Untuk kebutuhan darah, tiga rumah sakit di Tanjungpinang bahkan masih tergantung pada UTD PMI Tanjungpinang.

Bukan hanya rumah sakit di Tanjungpinang, bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban di Simpang Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan masih disuplai darah dari UTD PMI Tanjungpinang. Termasuk pasien rujukan ke Batam, bila membutuhkan darah. Hal ini diungkapkan Sekretaris PMI Tanjungpinang, Raja Rasfiardi, kemarin. ”Saat ini stok kantong darah di PMI Tanjungpinang kosong. Bila ada pasien yang membutuhkan darah, maka keluar pasien diminta mendonorkan darahnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Ayo Berwisata ke Kampung Pelangi

Agar PMI tetap ada stok kantong darah, rencananya PMI Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Alumni SMA Negeri I Tanjungpinang akan menggelar donor darah, Rabu (23/8) di Gedung Bintan Expo Pamedan, Tanjungpinang. ”Permintaan darah setiap harinya ada, hanya saja stok kantong darah dan pendonor berkurang,” tegasnya.

Kata dia, setetes darah Anda yang didonorkan akan menyelawatkan nyawa bagi pasien. Untuk itu, ia mengundang dan mengajak seluruh warga Kota Tanjungpinang berpartisipasi aktif dalam aksi donor darah nanti. ”Jadilah pahlawan bagi kemanusian,” tegas Raja Rasfiardi, kemarin. Kata dia, kegiatan aksi donor ini rutin yang digelar oleh Alumni SMAN 1 setiap tiga bulan dan ini merupakan kegiatan yang ke empat. ”Kita melihat kebutuhan darah di kota tanjungpinang setiap saat terus meningkat sedangkan persediaan selalu kosong,” kata Raja Rasfiardi, juga Ketua Deparmen Sosial dan Rohani Alumni SMA Negeri I Tanjungpinang.

Baca Juga :  Mesti Mampu Pasok Kebutuhan Telur

Menurutnya, idealnya persediaan kantong darah di PMI itu adalah 2,5 % dari jumlah penduduk. Jika setiap orang secara rutin tiap tiga bulan donor darahnya maka Insya Allah kebutuhan darah di Tanjungpinang akan terpenuhi. Namun, jika masyarakat, tidak peduli terhadap sesama, tidak mau mendonorkan darahnya, maka selamanya, persedian kantong darah akan selalu kosong. ”Fenomena di tengah masyarakat kita, masih takut donor daerah. Padahal, mendonorkan darahnya bukan hanya mendapatkan pahala, tapi badan akan tetap selalu sehat,” bebernya. (bas)  

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here