PNS Boleh Jadi Anggota Pengawas Pemilu

0
10835
PILEG: Lurah Tanjungunggat, Slamet Hariyadi (pakai topi) bersama tim pengawas sedang mengawasi di petugas di TPS saat pemilu 2014 lalu. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Peminat Masih Minim

Minat masyarakat untuk menjadi pengawas pemilu (panwaslu) di Kepri masing minim. Ini dilihat sejak pendaftaran penerimana panwaslu kabupaten/kota di Kepri sejak 12 Juni lalu, masih minim.

TANJUNGPINANG – Padahal, jadi anggota panwaslu selain menerima gaji cukup lumayan, status panwaslu sekarang sudah permanen tidak lagi ad hoc. Statusnya sama dengan KPU masa jabaanya lima tahun dan jumlah anggotanya juga sudah lima orang, sebelumnya hanya tiga orang.  Sesuai data dari Bawaslu Kepri, untuk Panwaslu Kota Batam baru ada 15 orang mendaftar.

Di Kota Tanjungpinang baru 10 orang, Bintan 5 orang, Natuna 1 orang, Karimun 3 orang, Lingga 2 orang dan Anambas 1 orang. Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri, Razaki Persada dilihat dari jmlah peserta yang mendaftar, boleh dikatakan minim. Karena, minimal ada 12 orang dimasing-masing kabupaten kota baru dikatakan menenuhi syarat. Bila kurang dari 12 orang yang mendaftar, bisa saja panitia seleksi bisa saja memperpanjang pendaftaran.

Baca Juga :  NPHD Diteken, KPU Tancap Gas

”Pendaftaran akan berakhir Jumat 23 Juni ini. Masih ada dua hari lagi, silahkan mendaftar,” kata Razaki, kemarin. Kata dia, sesuai dengan aturan, pegawai negeri maupun dosen dan pejabat struktural dibolehkan mendaftar menjadi panwaslu.

”PNS silahkan mendaftar, aturan memperbolehkan, tanpa harus mengundurkan diri sebagai,” tegasnya. Kata dia, bila seorang PNS atau pejabat struktural terpilih jadi anggota Panwaslu, maka mereka harus cuti tanpa menerima gaji dari negara.”Cuti tapi tidak menerima gaji dari negara. Gajinya diperoleh saat ini menjadi anggota Panwaslu,” tegasnya. Kata dia, setelah ia tak menjadi anggota Panwaslu lagi, PNS tersebut kembali aktif sebagai PNS dan menerima gaji sesuai golonganhya.

”PNS jadi anggota panwaslu tak perlu mengundurkan diri. Ini aturan,” tegasnya. Kemen PAN-RB Nyatakan PNS Boleh Jadi Panitia Pemilu. Pawai Negeri Sipil (PNS) terlibat kepanitian Pemilu tidak ada larangan, tetapi PNS diminta tidak terlibat internal partai politik peserta pemilu. Keterlibatan PNS di kepanitian pemilu ini bisa mulai di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik Kemen PAN-RB Herman Suryatman menuturkan, PNS tidak dilarang menjadi panitia pemilu.

Baca Juga :  KPU Minta Bacaleg Partai Berkarya Digagalkan

”Bakal banyak PNS yang terlibat sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suraya (KPPS),” kata dia kemarin. Meskipun begitu Herman menegaskan kepesertaan PNS dalam KPPS tidak boleh meninggalkan tugas utamanya sebagai abdi negara. Misalnya ada PNS yang bekerja sebagai guru, maka kewajiban mengajarnya tidak boleh ditinggalkan gara-gara kegiatan Pemilu. Begitu juga jika ada PNS tenaga medis, harus tetap mengutamakan pelayanan medis masyarakat. Kecenderungan di masyarakat PNS kerap merangkap sebagai tokoh masyarakat. Sehingga sering diajak menjadi bagian dari KPPS.

Herman juga mengatakan PNS yang menjadi KPPS diminta untuk berkoordinasi dengan atasannya. Sehingga tidak ada permasalah di tempatnya dia bekerja. Dia berharap jajaran inspektorat daerah tidak mengendurkan pengawasan PNS di instansi masing-masing selama masa Pemilu 2014. Sementara itu Kemen PAN-RB tetap melarang PNS terlibat aktif di dalam partai politik. Herman menegaskan seluruh PNS baik di instansi pusat maupun di daerah dilarang ikut menjadi anggota partai politik.

Baca Juga :  Pilwako Berasa Bagai Pilgub Kepri

”Tidak boleh menjadi anggota partai politik itu bukan berarti harus golput saat pemilu nanti. PNS memiliki hak suara,” kata dia. Khusus untuk PNS di instansi daerah, kebijakan yang berlaku beragam. Ada pemerintah daerah yang memobilisasi PNS menjadi KPPS. Sementara itu ada pemerintah daerah yang mengeluarkan kebijakan ketat, bahwa PNS yang menjadi KPPS wajib mendapatkan izin tertulis dari atasannya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here