PNS Perempuan Rawan Cerai

0
772
H Tengku Dahlan

Apatur Sipil Negara (ASN) perempuan di Pemerintah Kota Tanjungpinang paling rawan mengajukan cerai. Penyebabnya, karena adanya pihak ketiga dan gaya hidup. Serta karena gajinya, lebih tinggi daripada suami.

TANJUNGPINANG – Berdasarkan data Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, selama delapan bulan, mulai Januari hingga Agustus 2017, sudah ada lima ASN perempuan sudah menerima surat keterangan izin cerai dari pemerintah. Tahun 2016 lalu, tercatat ada 18 ASN resmi cerai. Jumlah ASN perempuan yang mengantongi surat keterangan izin cerai lebih banyak dibandingkan dengan ASN laki-laki.

Kalau ASN laki-laki yang sudah mengantongi surat keterangan izin cerai baru dua orang saja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Mulai ekonomi, pihak ketiga atau perselingkuhan, kekerasan rumah tangga. Juga ada salah satu pihak bermasalah hukum, seperti, narkoba, berjudi dan kasus lainnya. ”Kita juga heran, kenapa ASN yang mengajukan cerai menjadi fenomena baru,” kata Kepala BKPSDM, H Tengku Dahlan, kemarin.

Kata dia, faktor ekomoni tidak bisa menjadi alasan bagi ASN untuk mengajukan cerai. Secara penghasilan, ASN telah dijamin oleh pemerintah. Ia menganggap gaya hiduplah yang menjadi penyebabnya. ”Ya, seperti perkembangan teknologi, komunikasi yang semakin bebas, bisa saja dampaknya lahirnya orang ketiga dalam keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan mengajukan cerai ASN sudah mencoreng institusi. Kata dia, sebelum diberikan surat keterangan izin cerai, ASN harus memberikan alasan yang jelas dan masuk akal, kenapa ia mau cerai. Sehingga, BKPSDM tidak sembarangan dan mudah untuk mengeluarkan hingga memberikan surat keterangan izin cerai kepada ASN tersebut. “Kita berikan nasehat terlebih dahulu kepada ASN yang mengajukan cerai,” kata Tengku Dahlan.

Pada perinsipnya, kata mantan calon Wawako di pilkada 2013 lalu, ia berusaha menyatuhkan kembali pasangan suami istri di keluarga ASN tersebut. Baik itu ASN perempuan maupun laki-laki yang mengajukan surat keterangan minta cerai ke BKPSDM.

Supaya ASN tersebut tidak jadi cerai. Karena, kalau cerai, bukan hanya keluarganya yang sedih, tapi anak-anaknya, bila ASN tersebut sudah memiliki anak. Kalau melihat catatan angka perceraian ASN sepanjang tahun 2016, sebanyak 18 ASN terdiri dari 13 ASN perempuan dan 5 ASN laki-laki. Alasan yang selalu diterima BKPSDM, ASN tersebut sudah merasa tidak cocok lagi didalam rumah tangganya. Kemudian, bisa jadi ada pihak ketiga yang sudah merusak rumah tangga ASN tersebut. ”Untuk penyebab pastinya, hanya mereka (ASN, red) yang tau. Kita tidak bisa ikut campur lebih dalam urusan rumah tangga mereka,” sebut dia.(ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here