Pohon Jadi Kendala, Listrik Belum Bisa 24 Jam

0
605
MANAJER PLN Rayon Natuna Dwi Ristiono beri keterangan.f-HARDIASNYAH/TANJUNGPINANG POS

Terkait beroperasinya jaringan listrik melayani 24 jam, salah satu yang menjadi dilema dan penghambat saluran tegangan tinggi adalah banyaknya pohon atau tanaman masyarakat melintang didekat jaringan tersebut.

NATUNA – Padahal sebelumnya, pihak PLN meluruskan bahwa wilayah Serasa listrik telah beroperasi selama 24 jam. Namun lagi-lagi menjadi alasan utama, mengapa pelayanan listrik dibeberapa daerah belum 24 jam.

Sebelumnya, PLN juga beralasan untuk menikmati listrik 24 jam harus beralih ke pelayanan Prabayar seperti sebelumnya. Sebab, alasan teknis pembagian daya antara pra bayar dan pasca bayar perlu penyesuaian.

Kali ini, pihak PLN mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengijinkan PLN agar bisa menebang tanaman yang akan mengganggu jaringan listrik. ”Jaringan PLN yang beroperasi selama 24 jam ini perlu sekali akan kehandalan Jaringan dari pohon atau tanaman masyarakat yang mengganggu beroprasinya jaringan listrik PLN 24 Jam. untuk itu, agar dalam menjalankan tugas PLN diberi izin tebang tanpa tuntutan ganti rugi,” kata Dwi Ristiono, Manager PLN Rayon Natuna, saat ditemui di Jalan Jendral Sudirman, Sabtu (2/6).

Baca Juga :  Alokasi DD Tahap II Segera Disalurkan

Menurutnya, permasalahan dilapangan menjadi kendala para petugas dalam menjaga jaringan yang akan diterima ke masyarakat. Namun, pihaknya ingin agar masyarakat pun bisa memahami bahwa menjaga jaringan menjadi tanggungjawab bersama.

”Inilah yang menjadi kendala kami dilapangan, jika ada sesuatu yang menggangu jaringan Tegangan tinggi jelas akan berakibat padamnya penyaluran ke masyarakat,”ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap para pelanggan supaya bisa tertib, berlistrik dan himbauan migrasi dari paska bayar ke prabayar. ”Karena dengan penggunaan prabayar jelas pengendalian penggunaan listrik bisa di kontrol, pada para pelanggan sendiri,” pintanya.

Baca Juga :  Kemendag Bangun Pasar Percontohan di Natuna

Dwi Ristiono juga menjelaskan listrik prabayar adalah layanan terbaru dari PLN bagi konsumen dalam mengelola konsumsi energi listrik melalui meter elektronik prabayar (MPB).

Untuk itu, perlu adanya Migrasi (perubahan daya-red) listrik prabayar merupakan salah satu produk unggulan PLN yang memberikan manfaat untuk pelanggan, Pemerintah Daerah, dan juga PLN.

”Dengan jumlah pemakaian di wilayah serasan yang terhitung sangat tinggi mencapai 750 kw sangat besar sekali pengeluarannya. Untuk itu perlu adanya perubahan dari pasca bayar ke Prabayar,” ungkapnya. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here