Polair Polda Kepri Selamatkan 148 Penyu

0
152
PENYU yang diselamatkan dirawat di lokasi budidaya. f-martua/tanjungpinang pos

Hendak Dijual Ke Luar Negeri, Pengumpul Ditangkap

Polair Polda Kepri mengungkap aksi jual beli penyu di Pantai Teluk Mata Ikan. Penyu itu dibawa dari Tanjungpiayu Laut, Sei Beduk, Batam ke Nongsa sebanyak 148 ekor.

BATAM – Penyu ini dibeli pengumpul seharga Rp500 ribu dan akan dijual kembali hingga seharga Rp3 juta.

Diungkapkan Dirpolair Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Senin (22/4), pengungkapan dilakukan 19 April 2019.

Saat itu sekitar pukul 02.00 WIB, KP Baladewa-8002 yang sedang melaksanakan patroli menggunakan ship tender di Pantai Teluk Mata Ikan.

Pengungkapan berjalan saat melihat kegiatan yang menggunakan truk. Kemudian, setelah didatangi, ditemukan aktivitas ilegal. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika penyu yang diamankan berasal dari keramba Tanjungpiayu Laut, sebanyak 148 Ekor.

”Ada 39 ekor jenis sisik, 79 ekor jenis hijau dan 30 ekor dalam kondisi mati,” beber Benyamin.

Pelaku diamankan karena diduga melanggar tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Atas kegiatan itu, diamankan satu unit truk bersama penyu itu.

”Sampai dengan saat ini terus dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku inisial K,” sambungnya.

Dijelaskan Benyamin, penyu yang diamankan ini digunakan untuk kegiatan upacara keagamaan dengan cara melepas penyu ke laut.

”Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh turis dari luar negeri yang berasal dari negara Malaysia dan Singapura,” katanya.

Dibeberkannya, penyu itu diperjualbelikan dengan membeli dari masyarakat seharga sekitar Rp500.000. Kemudian dijual kembali dengan harga kisaran Rp1.000.000 dan Rp1.500.000. ”Bahkan ada yang sampai harga Rp3.000.000. Harga menyesuaikan ukuran penyu,” beber dia.

Ditegaskannya, kegiatan jual beli penyu ini melanggar Undang-Undang tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Dari sekian banyak penyu yang ditemukan terdapat dalam kondisi luka dikarenakan pada saat proses perburuan/penangkapan.

”Untuk itu, penyu yang masih hidup kita lakukan upaya penyelamatan dengan pemeriksaan oleh dokter hewan dan evakuasi ke penangkaran di Pulau Mencaras,” imbuhnya.

Jenis penyu ini dilindungi oleh Undang-undang nomor 5 tahun 1990. Jadi penyu ini tidak ada yang bisa memperjualbelikan, memiliki, menyimpan, komsumsi ataupun untuk dijadikan hiasan.

Yang berwenang melakukan pemeliharaan, penyelamatan dan penetasan telur hanya lembaga konservasi berizin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas keagamaan dengan melepas penyu, lebih baiknya bersama-sama mengamankan telur penyu. Setelah menetas, dilakukan pelepasan bersama-sama.

”Ini untuk mengubah mindset masyarakat yang melakukan aktivitas penangkapan penyu dan melepaskannya kembali ke laut. Ini dapat melukai dan membunuh penyu,” kata dia mengingatkan.

Sementara untuk pelaku yang memperjual belikan penyu, diancam pasal yang dilanggar adalah pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a dan c UU RI no.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem jo pasal 55 KUHP Pidana.(MARTUA BUTAR BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here