Polda Amankan 2.000 Karung Pakaian Bekas

0
835
CEK KAPAL: Kapola Kepri Irjend Pol Sam Budigusdian memeriksa muatan kapal yang membawa 2.000 karung pakaian seken. f-istimewa/humas polda kepri

BATAM – Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap KLM Raja Pewrsada-I GT 103 yang mengangkut sekitar dua ribu karung pakaian bekas dan barang-barang bekas lainnya tanpa dilengkapi dokumen pelengkap pabean. Penangkapan sendiri dilakukan Dit Pol Air Polda Kepri, Jumat (8/9), sekitar pukul 00.30 WIB. Kapal diamankan di perairan Batu Besar Nongsa, Batam, koordinat 01° – 10’ – 815” n 104 -° 09’ – 312”e.

Penangkapan itu diungkapkan Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Senin (11/9) didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga. Dijelaskannya, kapal Raja Persada-I Gt. 103 dinakhodai H bin J. Penangkapan diawali, 8 september 2017, sekira pukul 00.30 WIB, kapal patroli polisi Barelang XXXI-3001, Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patrol rutin di perairan Batu Besar, Nongsa.

Baca Juga :  Embung Baru Segera Dibangun di Natuna

Kapal patroli memergoki kapal dan menghentikan Raja Persada. Kemudian dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kapal berlayar dari Pelabuhan Jurong Port Singapura, tujuan Batam.

Kapal bermuatan sekitar 2 ribu karung pakaian bekas dan barang-barang bekas lainnya, tanpa dilengkapi dengan dokumen pelengkap pabean. Selanjutnya aparat Ditpolair mengamankan nakhoda dan 10 orang anak buah kapal, serta muatan. Kemudian kapal digiring menuju ke dermaga Ditpolairud Polda Kepri Sekupang Batam, guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, diamankan barang bukti.

Baca Juga :  Polres Tanjungpinang Kawal Keberangkatan Jemaah Calon Haji Ibukota

”Selain kapal, ada satu bundel dokumen kapal. 2 ribu karung pakaian bekas, sekitar 30 kasur bekas, sekitar 50 unit tempat tidur rumah sakit bekas dan satu unit piano besar,” kata Sam.

Selain itu, diamankan juga satu unit piano besar, sekitar 50 kursi putar bekas, sekitar 200 (dua ratus) meja belajar bekas, sekitar 50 lemari besi bekas dan 30 karpet gulung bekas. ”Selanjutnya, perkara akan diserahkan Kantor Bea dan Cukai Batam,” bebernya.

Sementara untuk pelaku diduga melanggar pasal 102 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. UU itu mengatur, barang siapa yang mengimpor atau mengekspor atau mencoba mengimpor atau mengekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan undang-undang ini dipidana karena melakukan penyelundupan dengan pidana penjara paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Rp500 juta. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here