Polda Amankan WNA Ceko Buronan Interpol

0
347
S Erlangga
Buronan interpol warga negara Republik Ceko, diamankan Polda Kepri. WNA Cek bernama Nocak Jacub (31) itu diamankan di pelabuhan internasional, Batam Centre.

BATAM – Sementara waktu ini, Polda melakukan penahanan menunggu permintaan ekstradisi dari Republik Ceko. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Rabu (24/6) mengatakan, penahanan dilakukan atas perintah Mabes Polri. Namun belum diketahui, kejahatan yang dilakukan oknum warga negara asing itu. Namun mereka akan melakukan penahanan dilakukan hingga 20 hari ke depan.

”Kita tahan dulu, karena ada perintah Mabes Polri. Kita akan melakukan pemeriksaan seperlunya saja nanti,” kata Erlangga.

Baca Juga :  Pendatang Baru Menurun

Untuk melakukan penahanan, pihaknya terlebih berkoordinasi dengan Imigrasi Kelas I Khusus Batam. Melakukan penangkapan dan penahanan kepada Novak, sesuai perintah Mabes Polri. Novak disebutkan, sebagai buronan Interpol Ceko sejak 25 Oktober 2018.

”Sekarang kita menunggu permintaan Republik Ceko ke Mabes Polri. Yang kita tahan, paspor, setelah kita tangkap sekitar pukul 00.30 WIB,” sambung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo.

Pengungkapan buronan interpol di Batam, sudah beberapa kali terjadi di Batam dalam tiga tahun belakangan ini. Sebelumnya, ada juga kapal FV Viking berbendera Nigeria yang menjadi target operasi interpol Norwegia ditangkap TNI AL, saat memasuki wilayah Indonesia tepatnya di perairan Berakit, Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Lulus Langsung Kerja di Dubai dan Qatar

Kapal FV Viking berbobot 1.299 GT ditangkap berkat kerjasama antara Komando Armada RI Kawasan Barat, Wing Udara-2, Lantamal IV Tanjungpinang WFQR IV (Western Fleet Quick Response). Kapal tersebut saat ini ditahan di Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Uban masih dalam penjagaan ketat aparat TNI AL.

Berdasarkan Purple Notice Interpol Norway kapal FV Viking sudah 13 kali ganti nama, 12 kali ganti bendera dan 8 kali Call sign. Untuk modusnya kapal tersebut diduga melanggar hukum nasional dan peraturan serta konvensi internasional dan terlibat dalam penipuan yang berhubungan dengan kejahatan perikanan.(MATRUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here