Polda dan Pemprov Bikin Mal Pelayanan

0
725
Teken MOU: Kapolda Kepri Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian meneken prasasti inovasi pelayanan publik disaksikan Menpan RB Asman Abnur dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.f-istimewa/humas polda kepri

BATAM – Polda Kepri melaunching inovasi pelayanan publik. Bersamaan dengan itu, dilakukan juga penandatanganan MoU pembentukan mal pelayanan publik di Batam. MoU sendiri ditandatangani Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wali Kota Batam, HM Rudi dan Kepala Badan Pengusahana (BP) Batam, Hatanto, terkait pembentukan mall pelayanan publik di Kota Batam.

Penandatanganan MoU pelayanan itu disaksikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur. ”Pemerintahan kita saat ini tidak bisa lagi dikelola dengan cara sistem Konvensional. Kita harus menggantinya menjadi sistem digital, sistim elektronik,” kata Asman.

Menurutnya, pemerintah yang berbasiskan elektronik harus menjadi ciri khas pemerintahan Indonesia. Ke depan semua urusan pelayanan sudah berbasis IT. ”Kemudian yang harus diperbaiki adalah sistim rekrutmen Aparatur Sipil Negara. Sistem rekrutmen yang berbasiskan elektronik, yang dapat mendukung kerja ASN,” kata Asman.

Baca Juga :  Dicanangkan Hari Bersepeda Batam Mulai 20 Januari

Asman juga mengapresiasi inovasi pelayan publik yang dilakukan Polda Kepri. ”Ini terbilang sudah mencapai peningkatan progres yang lebih baik. Ke depannya akan lebih ditingkatkan serta menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lainnya,” harapnya.

Asman menantang agar Polda meningkatkan pelayanan dengan sistem terintegrasi dalam enam bulan. Setelah itu dievaluasi dan dijadikan contoh bagi Polda lain. Hal itu juga diharap bisa menjawab tuntutan publik terhadap pelayanan yang dijalankan pemerintah. Karena itu, Asman meminta agar pengurusan perijinan tidak boleh lagi hitungan hari, namun hitungan jam.  ”Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah saat ini sangat tinggi. Nomor 1 di dunia, tingkat kepercayaan publik. Pelayanan publik menjadi kunci, meningkatkan semuanya. Ini harus jaga, sebutnya.

Baca Juga :  Ayo Hemat Air, Batam Butuh Kamu

Diingatkan, pelayanan akan berpengaruh ke perekonomian Batam. Pemko dan BP juga diminta menjaga sinergi. ”Kalau punya kekompakan dan komitmen yang tinggi, saya yakin Kepri jadi tempat industri yang terbaik. Jangan memperdebatkan perbedaan, tapi menyatukan kekuatan,” sambungnya.

Selain itu, Asman meminta kinerja ASN harus terukur. Setiap OPD harus punya target yang jelas. Penilaian WTP (wajar tanpa pengecualian) diminta tidak dijadikan ukuran sukses penganggaran. ”Ini tak boleh jadi ukuran. Tapi hasilnya apa sih anggaran dihabiskan itu. Uang habis, hasilnya tak jelas, sama juga,” tegas Asman.

Baca Juga :  PPDB SMP di Batam Mulai 4 Mei 2020

Asman juga meminta Wali Kota Batam, untuk menempatkan pejabat sesuai dengan keahlian. Demikian dengan guru, ditempatkan sebagai tenaga pengajar. Bukan dijadikan sebagai tenaga teknis dipemerintahan. ”Sistim penempatan harus ditingkatkan. Tak memiliki keahlian tidak boleh lagi menjabat. Saya akan minta ke Wali Kota. Guru agama jangan jadi Kadishub. Tak boleh lagi seperti itu,” tegasnya.

Sementara untuk BP Batam, Asman meminta agar pelayanan perijinan ditingkatkan. Perizinan diminta dikelola dengan benar. ”Izin untuk ekspor jangan dipersulit. Demikian izin investasi. Perizinan investasi, tak boleh dipersulit,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here