Polda Tahan Tiga Tersangka Korupsi UMRAH

0
583
Kombes Pol Erlangga

BATAM – Tiga dari empat tersangka kasus dugaan korupsi UMRAH Tanjungpinang sudah diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri. Para tersangka yang diamankan beberapa hari lalu, ada HS yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari UMRAH dan UZ yang merupakan distributor. Sementara tersangka yang baru diamankan, Minggu (29/10) malam, ada YZ yang juga distributor.

Sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Senin (30/10), mereka diamankan setelah ditetapkan empat tersangka atas dugaan korupsi di Universitas Maritim Raja Ali Haji, dengan kerugian negara sekitar Rp 12 miliar.

Sementara satu orang yang belum diamankan, HG yang merupakan Direktur PT Jovan Karya Perkasa. Para terangka yang diamankan terkait pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi UMRAH. Ketiga tersangka diamankan di tempat berbeda di Jakarta.  ”HS dan UZ sudah ditahan di Mapolda. YZ sedang dalam proses perjalanan ke Batam,” kata Erlangga.

Sementara HG diakui masih dalam pengejaran dari aparat kepolisian. Terkait tiga orang yang sudah ditahan, diakui diamankan di Jakarta karena dua orang itu tinggal di ibu kota tersebuti.  Sementara satu orang diamankan saat perjalanan dari Makasar menuju Batam dan sedang transit di Jakarta. ”Satu orang dari Makasar, transit Jakarta. Tiket yang dibeli di Jakarta hendak Batam, di-cancel. Tidak ada niatnya kembali (ke Batam),” jelasnya.

Mereka jadi tersangka karena diduga menggelembungkan harga dan juga barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Kerugian negara akibat tindakan keempat pelaku, kerugian sekitar Rp 12 miliar. Dimana menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto, pihaknya masih mengejar satu orang pelaku yang jadi tersangka. ”Semoga cepat tertangkap. Besok pak Kapolda akan konfrensi pers soal itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto mengungkapkan jika pemeriksaan terhadap keempat orang itu sebagai tersangka, belum dilakukan. Penetapan tersangka itu dilakukan, setelah sebelumnya, hasil BPKP Kepri keluar. Dimana hasil audit memberikan data dugaan korupsi pengadaan program integrasi sistem akademik. ”Gelar perkara sudah kita lakukan Rabu (25/10) malam. Hasilnya empat orang tersangka, atas kerugian negara sebesar Rp 12 miliar itu,” sambungnya.

Sementara Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo menjelaskan, dugaan korupsi ini berkaitan dengan adanya penggelembungan harga dan juga barang yang tak sesuai dengan direncanakan.  Dugaan korupsi ini dilakukan empat orang ini. ”Sehingga negara rugi miliaran rupiah. Kita terus melakukan pendalaman,” imbuhnya.

Aparat kepolisian sendiri diakui sudah memeriksa puluhan saksi. Dimana saksi yang diperiksa, mulai dari saksi yang mengetahui kejadian, saksi ahli hingga Rektor UMRAH.
Menurut sumber wartawan di Polda, kasus ini baru satu paket yang diperiksa. Sementara paket yang akan diperiksa ada tiga. ”Kami fokus dulu ke paket ini. Dua paket lagi, nanti kita tindaklanjuti,” katanya.

Sebagaimana disebutkan Ponco, kasus ini merupakan kasus dari sumber APBN. Dimana, alokasi dana untuk pengembangan UMRAH sebanyak Rp 100 miliar di tahun 2015. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here