Polda Ungkap Empat Karung Bahan Peledak

0
279
Konferensi pers terkait penangkapan bahan peledak

BATAM – Polairud Polda Kepri, mengamankan satu unit kapal berisi bahan baku peledak dari kapal KM di perairan Tanjung Kalang, Kabupaten Bintan, Kepri.

Pengungkapan terjadi, 20 September 2018 lalu sekira pukul 07.30 WIB, saat kapal patroli polisi XXXI – 1005 Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patroli rutin. Diamankan empat karung bahan peledak.‎

‎Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta TN didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Selasa (2/10) mengatakan, pengungkapan dilakukan di koordinat 0º – 45’- 126” N – 104º – 40’ – 193” E. Kapal patroli menghentikan satu unit kapal motor sebelum dilakukan pemeriksaan.‎

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal KM tanpa nama itu dinakhodai pria inisial LL. Kapal itu diketahui berlayar dari Pelabuhan Pelni Kijang, Bintan. Kapal tujuan Pulau Numbing, Kijang, Bintan,” jelasnya.

Dari pemeriksaan, selain empat karung bahan peledak dalam karung pupuk, ada juga tiga buah detonator bakar. Barang-barang itu, tidak dilengkapi dengan dokumen atau izin dari pemerintah. Selanjutnya satu unit kapal KM tanpa nama itu, berikut crew kapal di ad-hock ke Dermaga Mako Ditpolairud Polda Kepri, guna proses pemeriksaan lebih lanjut. ‎

“Kesimpulannya bahan baku peledak tersebut digunakan untuk pengeboman ikan yang dapat merusak ekosistem dan terumbu karang,” bebernya.

Dijelaskan, barang bukti berupa satu unit kapal KM tanpa nama, empat karung pupuk urea dengan berat 100,8 kg, tiga buah detonator. Tersangka inisial LL selaku Nakhoda Kapal telah melanggar pasal 1 ayat (1) Undang – Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen (STBL) 1948 nomor 17 dan Undang – Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948.

‎Pada hari berbeda, di perairan ‎Batam, diamankan barang bukti berupa satu unit KM Nira Permata – I GT 34, dokumen KM Nira Permata dan muatan berupa barang campuran. Selain itu, diamankan tersangka Inisial H sebagai nakhoda.‎

Penangkapan dilakukan 16 September 2018 itu sekitar pukul 02.30 WIB, kapal Patroli Polisi XXXI-2004 Ditpolairud Polda Kepri, melakukan pemeriksaan rutin di perairan Pulau Panjang Batam. Saat itu, kapal yang diperiksa, KM. Nira Peramata-1 yang dinakhodai H bermuatan barang campuran.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) telah habis masa berlakunya. “Sehingga KM Nira Peramata-1 di ad-hock dan dikawal menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Benyamin.‎

Barang Bukti yang diamankan, selain KM Nira Permata – I GT 34, dokumen dan muatan berupa barang campuran. Tersangka Inisial H sebagai nakhoda diamankan untuk proses lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan pasal 323 ayat (1) jo pasal 219 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2008.‎ (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here