Polisi Buru Rekan Ayu Online

0
606
DIGIRING POLISI: Ayu Novianti (tengah) saat diamankan. Polisi memburu rekan Ayu yang membantu arisan online. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kasus penipuan bermodus dengan arisan online dengan tersangka Ayu Novianti (23), kini kepolisian terus memburu rekan Ayu, yang membantu tersangka menjalankan arisan online. Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, pihaknya masih melakukan akan memburu keterlibatan orang lain atau suaminya, yang membantu Ayu, melakukan penipuan arisan online. Dan, tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan secara maraton. ”Kita dalami keterkaitan suaminya dan orang lainnya. Kita butuh banyak bukti untuk mencari tau keterkaitan pihak lainya,” katanya Kamis (10/8).

Kapolres menyebutkan, saat ini pihaknya mendirikan posko korban arisan online di Polres Tanjungpinang, korban arisan ini ada 20 orang. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain bertambah. ”Kepada para korban untuk segera membuat laporan ke Polres Tanjungpinang dengan bukti yang kongkrit dan jelas. Serta bagi masyarakat agar tidak mudah percaya dengan modus penipuan seperti ini,” sebutnya.

Setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan, modus yang dilakukan tersangka yaitu dengan cara tipe get duo. Dimana tersangka mencari korban yang selanjutnya melakukan pembayaran senilai Rp3,5 juta dengan biaya administrasi Rp200 ribu. ”Dalam modus ini seolah-olah dalam permainan arisan ini korban ada pasangannya, dan pasangannya ini juga memberikan uang arisan dan administrasi yang sama. Namun pasangan itu tidak ada atau hanya rekayasa,” jelasnya.

Tersangka diamankan di rumah mertuanya yang terdapat di Bengkalis, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buku tabungan BCA, satu buku tabungan BNI, satu buah ATM BCA dan sejumlah kwitansi pembayaran arisan antara korban dengan tersangka. Total kerugian yang bisa dirangkum oleh tim penyidik dalam menangani kasus ini sedikitnya hanya Rp400 juta rupiah.

Hal itu berdasarkan sirkulasi perbankan milik Ayu Novianti melalui dua tabungan rekeningnya yakni BNI dan BCA. ”Dilihat dari data tabungan rekening pelaku, ada sekitar Rp400 juta yang masuk keluar,” tuturnya.

Lebih lanjut uang sejumlah Rp400 juta itu telah digunakan oleh Ayu. Namun hingga kini tidak ada barang bukti uang sisa hasil penipuan yang bisa diselamatkan polisi. Ayu diketahui telah menggunakan uang tersebut untuk berbagai macam kebutuhan keluarga. Kapolres mengungkapkan proses penangkapan terhadap Ayu, saat itu, terakhir transaksi ATM Ayu terbaca oleh pihak kepolisian tengah mengambil uang senilai Rp300 ribu rupiah di Bengkalis. Hal itu pun yang menjadi petunjuk kepolisian dalam mendeteksi keberadaan Ayu. ”Karena sudah terlacak, kita pun langsung mengerahkan anggota untuk mengamankanya di Bengkalis,” ujarnya. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here