Polisi Ciduk Tersangka Curanmor

0
625
KAPOLRES Anambas AKBP Junoto saat gelar ekspos pengungkapan kasus curanmor antarpulau. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Anambas membekuk tersangka pencuri sepeda motor (Curanmor) berinisial S, dan R alias A sebagai penadah hasil barang curian berupa sepeda motor. Keduanya telah setahun beroperasi di wilayah Tarempa dan sekitarnya.

Saat ini pihak Kepolisian telah menetapkan satu orang tersangka lain dalam kasus tersebut sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)

Kendati sempat berkilah tidak mengaku melakukan perbuatan yang disangkakan, namun kedua tersangka tak bisa mengelak saat polisi menggelandang keduanya ke Polsek Siantan.

”Kasus ini telah lama kita pantau, dan sampai akhirnya ditetapkan dua orang tersangka yang satu sebagai pemetik dan satunya sebagai penadah,” ujar AKBP Junoto, SIK Kapolres Kepulauan Anambas saat menggelar konfrensi pers di Mapolsek Siantan, Rabu (15/8).

Junoto menjelaskan, pihaknya terus melakukan pendalaman karena masih ada tersangka lain dalam kasus tersebut. ”Kita masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Karena masih ada tersangka lain yang telah ditetapkan sebagai DPO,” tegasnya.

Keduanya, lanjut Jumoto, merupakan pencuri motor yang beroperasi antar pulau. Direncanakan, motor hasil curian akan di bawa ke Kecamatan Palmatak. ”Dari pengembangan motor yang telah dicuri diprediksi lebih dari satu,” jelasnya.

Untuk kronologisnya, tambah Junoto, Kamis (19/7) sekitar Pukul 19.30 WIB tersangka berinisial Z (DPO) bertemu dengan tersangka S. Ia melanjutkanya, sekitar pukul 23.30 WIB tersangka S dan Z sama-sama ke Pelabuhan Perintis di Kelurahan Tarempa dengan berjalan kaki.

”Setibanya di pelabuhan, tersangka S langsung ke parkiran motor tempat dimana sepeda motor Honda Beat parkir. Sedangkan Z, bertugas untuk berjaga-jaga di warung,” terangnya.

Dengan Keahliannya, masih kata Junoto, S berhasil mendorong motor tersebut bersama Z ke jembatan lalu diatas jembatan S menghidupkan sepada motor dengan cara menyambung kabelnya.

”Kemudian, Kamis (26/7) tersangka menawarkan motor Honda Beat kepada tersangka R alias A (penadah) yang menyetujui untuk membayar motor tersebut seharga Rp2.500.000,” jelasnya.

Seraya mengatakan, tersangka diancam dengan hukuman maksimal 7 tahun. Dengan kejadian tersebut, Junoto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memarkir kendaraanya disembarang tempat karena ini berpotensi dan tinggal menunggu waktu untuk terjadi kejahatan.

”Imbauan saya masyarakat hati-hati dalam memarkir kendaraan, baik itu parkit maupun kunci motor harus diperhatikan,” pungkasnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here