Polisi Incar Penimbun Sembako

0
610
Para buruh saat membongkar sembako di Pelabuhan KUD Tanjungpinang baru-baru ini.f-suhardi/tanjungpinang pos

Aparat Polres Tanjungpinang berjanji akan menindak tegas pengusaha yang mencoba-coba menimbun bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri.

TANJUNGPINANG – Selain akan menindak tegas, polisi juga mengimbau kepada pengusaha bahan pokok untuk tidak mengambil keuntungan yang maksimal. Kalau ada ditemukan berurusan dengan Satgas Pangan.

Jika ditemukan pedagang dan distributor yang membandel untuk melakukan penimbunan kebutuhan pangan dapat dijerat dengan Undang-undang pangan khusunya pasal 133 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Juga dapat dijerat dengan pasal 104 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda Rp50 miliar.

”Kami mendapat perintah dari Kapolri untuk turut serta mengawasi harga bahan pokok selama Bulan Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya cenderung mengalami kenaikan. Jangan coba-coba menimbun sembako kalau tidak mau berurusan dengan kepolisian,” Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, kemarin.

Baca Juga :  Dua Member Mojan Keliling Nusantara

Kapolres minta kepada pedagang dan distributor untuk tidak melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok. Jika para distributor dan pedagang di Tanjungpinang melakukan penimbunan kebutuhan bahan pokok maka dapat berdampak pada kenaikan harga kebutuhan bahan pokok. ”Hal ini kerap terjadi pada saat hari-hari besar keagamaan, seperti pada saat bulan Ramdan ini,” katanya.

Kapolres menyebutkan, berdasarkan laporan dari Satgas Pangan Polres Tanjungpinang bahwa beberapa komoditas ada yang mengalami kenaikan harga tetapi masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :  Tiga Nama Calon Sekda Tanjungpinang Mencuat

”Hanya komoditi daging yang mengalami kenaikan harga, tetapi masih batas toleransi seperti harga daging sapi dari Rp 140 ribu naik menjadi Rp 145 ribu,” sebutnya.

Lanjutnya, sementara itu untuk komoditi kebutuhan pangan lainnya, berdasarkan hasil rapat bersama belum lama ini stok beras di Bulog aman dan harga masih sesuai HET. ”Dalam rapat itu ada komitmen untuk tidak menghambat distribusi kebutuhan bahan pangan atau barang yang di stok atau jangan ada ditimbun,” tegasnya.

Ia pun sangat berharap, masyarakat mau membantu jika melihat harga pasar dan jika melihat kenaikan yang diluar dari kewajaran. ”Kami akan bergerak jika ada laporan warga, terkait harga sembako yang tidak wajar,” jelasnya.

Baca Juga :  Cabut Izin Warnet yang Dijadikan Tempat Mesum!

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono menjelaskan, kebutuhan sembako di Tanjungpinang di jamin aman selama Ramadan dan Idul Fitri mendatang. ”Kita juga minta kepada BUMD dan BUMN di Tanjungpinang, bila mau menggelar bazar Ramadan agar jauh-jauh sebelum Idul Fitri,” tegasnya.

Ia juga minta kepada para pedagang dan distributor, jangan mengambil untung banyak-banyak di bulan Ramadan ini. ”Jangan coba menimbun sembako yang berdampak menipisnya stok sembako, ujung-ujung sembako naik. Ini tidak boleh terjadi,” bebernya. (RAYMON-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here