Polisi Latihan Amankan Pemilu

0
169
Simulasi pengamanan kedatangan capres oleh Polres Tanjungpinang di Dompak, Sabtu (15/12) kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Meningkatkan kemampuan pengamanan Pemilu 2019 mendatang, Polres Tanjungpinang menggelar simulasi pengamanan kampanye capres dan cawapres di Dompak.

Dalam simulasi capres dan cawapres berkampanye namun pada saat itu ada penyusup dan berhasil diamanakan tetapi atas pengamanan tersebut masa tidak terima dan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu.

Aksi masa berujuk rasa ini berujung anarkis namun dengan sigap anggota kepolisian mencoba menenangkan para masa tetapi masa seolah tidak peduli dan makin memasan terpaksa kendaraan water canon diturunkkan untuk membubarkan massa.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, kegiatan ini sudah yang kegiatan keempat untuk melaksanakan pelatihan dan simulasi untuk meningkatkan kemampuan personil Polres Tanjungpinang yang terlibat dalam pengamanan Pemilu 2019.

Dalam kegiatannya tidak bisa sendiri masing-masing satgas dan sub satgas juga harus memahami tugas dan tanggung jawabnya bagaimana cara bertindak, bagaimana hubungan tata cara bagian sub satgas ini menjadi bahkan.

”Kegiatan ini untuk mengevaluasi apa yang menjadi kekurangan kami dalam mengevaluasi diri,” katanya, Sabtu (15/12).

Kapolres menyebutkan, termasuk juga penambahan bantuan personil di tingkat atas seperti Polda dan di satuan TNI ini menjadi tujuan dalam kegiatan ini untuk melihat dalam kondisi nyata seberapa besar kemampuan personil Polres Tanjungpinang dalam melakukan pengamanan.

”Saya berharap anggota yang dilatihkan ini memahami betul apa tugasnya sehingga tidak diluar kendali. Simulasi ini tidak hanya pada tahapan kampanye saja tetapi di semua tahapan pemilu,” sebutnya.

Waka Polres Tanjungpinang Kompol Sujoko menjelaskan personil yang dilibatkan dalam kegiatan ini sebanyak 250 personil. Untuk rute simulasi ini dari bandara dengan kedatangan capres dan cawapres dan di Dompak yang diasumasikan mereka melakukan penyampaian kampanye.

”Sehingga, pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang membutuhkan perkuatan penanganan yang membutuhkan pasukan penghalau massa, para personelnya sudah siap untuk terjun,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here