Polisi Menggunakan Gas Air Mata

0
335
Polisi membubarkan aksi mahasiswa. f-suhardi/tanjugpinang pos

TANJUNGPINANG – Aparat kepolisian menggunakan gas air mata dalam membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa UMRAH, Selasa (20/2) pagi.

Awalnya aksi berjalan dengan lancar, hanya berselang beberapa waktu Rektor UMRAH, Prof DR Syafsir Akhlus turun menemui masa, beberapa mahasiswa membakar ban. Yang mengakibatkan asap menggempul.

Selain itu, mahasiswa ingin menyerobot ke gedung rektorat, saat melihat rektor masuk ke dalam. Melihat kondisi memanas, beberapa polisi yang sudah berjaga di depan masuk ke dalam kampus dengan perlengkapan.

Terkait hal ini, Dosen UMRAH, Suradji menyayangkan sikap polisi yang mengambil langkah aktif dengan menyiramkan gas air mata.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa tidak mungkin merusak gedung kampus. Itukan dibangun dari iuran semester mereka. Mereka pasti akan menahan diri, polisi tak perlu masuk melakukan aksi itu,” tuturnya.

Ia menambahkan sesuai dengan Perkap nomor 01 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, menggunakan gas air mata merupakan fase ke lima.

Iu setelah polisi memberikan peringatan agar pendemo tidak anarkis, tidak provokasi dan rusuk yang disampaikan secara lisan.

Ia menilai, mahasiswa tak ada satupun yang mempersentai diri sedangkan polisi lengkap. Kenapa harus menggunakan gas air mata yang membuat suasana mencekamkan.

Ia berharap polisi bisa menahan diri, apalagi unjuk rasanya dilaksanakan di kampus. Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan Unjuk Rasa, Nandes bahwa beberapa rekannya ada yang terluka karena di pukul dan mata perih karena gas air mata.

“Kami kecewa dengan sikap polisi yang membukarkan unjuk rasa mahasiswa dengan langkah-langkah itu,” terangnya.

Ditanya terkait langkah ke depan masih akan melakukan komunikasi dan menunggu hasil atau jawaban dari rektor terkait tuntutan. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here