Polisi Tangkap Oknum LSM Peras Pengusaha

0
705
Polisi saat menunjukkan barang bukti kasus pemerasan oleh oknum LSM kepada Manajemen Bhadra Resort, Rabu (19/6). F-Jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – Kepolisian Resor Bintan melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) menangkap M alias A terkait aksi pemerasan terhadap Alex Sugianto, Manajemen Bhadra Resort, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

M yang merupakan koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) diamankan di Rumah Makan Mega Bintan di Kilometer 16, Kecamatan Toapaya, Selasa (18/6) petang sekitar pukul 18.30 WIB.

Hal ini dikatakan Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang melalui Kasat Reskrim AKP Yudha Suryawardhana pada jumpa pers di Aula Satreskrim Polres Bintan,Rabu (19/6) siang.

Ia mengatakan, pihaknya mengamankan M usai pria tersebut menerima uang dari Alek dan akan beranjak pergi dari kursi yang ada di ruangan rumah makan tersebut.

“Pelaku awalnya bersama sejumlah LSM dan mahasiswa akan melakukan aksi demonstrasi di Bhadra Resort dan juga Rudenim Tanjungpinang terkait aksi tidak terpuji WNA pencari suaka yang ditampung di Bhadra Resort,” sebutnya.

Pada proses akan melakukan aksi demonstrasi pelaku dan manajemen Bhadra Resort terjalin komunikasi. Pada komunikasi tersebut pelaku M meminta uang sebanyak Rp60 juta kepada Alek. Setelah uang diberikan agar tidak terjadi aksi demonstrasi.

“Korban merasa keberatan dengan angka Rp60 juta, kemudian sampaikan angka Rp5 juta dan pelaku seorang diri menjemput uang tersebut. Usai menerima uang dan memasukan uang tersebut ke dalam saku jaket, pelaku langsung diamankan polisi,” jelasnya.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah Satuan Intelkam juga melakukan penyelidikan terhadap dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pelaku.

“Saat ini baru satu pelaku, namun tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan. Pengakuan dari pelaku uang tersebut akan dibagikan ke sejumlah LSM dan koordinator mahasiswa, tapi itu masih perlu diselidiki,” imbuhnya.

Polisi, lanjutnya, mengamankan sejumlah barang bukti yaitu uang senilai Rp5 juta dengan pecahan Rp50 ribuan sebanyak 100 lembar. Kemudian satu buah tas, jaket, HP dan satu unit sepeda motor Yamaha R15 warna hitam.

“Pelaku M kami kenakan sangkaan Pasal 358 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tambahnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here