Polisi Tetapkan Tersangka Baru

0
100
Seorang warga melihat kaca pelabuhan Dompak pecah dan rusak parah. f-dok/tanjugnpinang pos

Pelabuhan Dompak Semakin Mangkrak

TANJUNGPINANG – Satreskrim Polres Tanjungpinang kembali menetapkan satu tersangka baru kasus korupsi pembangunan lanjutan fasilitas pelabuhan domestik dan internasional Dompak, Tanjungpinang.

Dalam kasus korupsi pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Dompak sudah ada dua orang tersangka. Mereka sudah menjalankan persidangan yakni Berto Riawan selaku kepala Cabang PT. Karya Tunggal Mulya Abadi dan Haryadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang.

Akibat perbuatan kedua terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp5,05 miliar.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali dari kasus korupsi pelabuhan Dompak pihak kepolisian telah menetapkan satu orang tersangka lagi. Jadi, sudah ada tiga tersangka. Dua tersangka sudah menjalani sidang di Pengadilan Tripikor Tanjungpinang.

”Untuk tersangka yang baru, untuk identitas nanti kita sampaikan setelah kita mengamankan pelaku. Pelakunya belum kita amankan,” katanya Senin (11/3).

Saat ditanya keterlibatan tersangka dengan kasus korupsi pelabuhan Dompak, Kasat enggan menerangkan keterlibatan pelaku.

”Yang jelas dia bukan orang dinas dan kontraktor, secepat mungkin kita amankan pelaku,” ujarnya.

Dalam surat dakwaan kedua tersangka, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nolly Wijaya dan Gustian Juanda Putra, bahwa kedua terdakwa telah melanggar pasal 2 ayat 1 Jo. pasal 18 dan pasal 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 Jo.

Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

PT. Karya Tunggal Mulya Abadi selaku Penyedia pada Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Dompak dengan mengunakan anggaran bersumber dari APBN-P Tahun 2015 yang dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjungpinang. Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut belum seratus persen dilaksanakan.

Bahkan, item barang pada Pekerjaan Perlengkapan dan Kelengkapan yang seharusnya diadakan oleh PT. Karya Tunggal Mulya Abadi tidak terpasang di lokasi pekerjaan.

Terdakwa Haryadi selaku PPK tetap melakukan pembayaran sebesar 100 persen kepada terdakwa Berto Riawan. Bahkan untuk melakukan pembayaran 100 persen pekerjaan, terdakwa Haryadi dengan sengaja memalsukan dokumen Proposional Hand Over (PHO). (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here