Politeknik Batam Prakarsai Kepri Jadi Smart Island

0
77
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun foro bersama usai mengikuti acara International Conference on Apllied Engineering 2018, Rabu (3/10) di Hotel Grand I, Batam. F-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Pihak Politeknik Batam menggelar acara International Conference on Apllied Engineering 2018, Rabu (3/10) di Hotel Grand I, Batam. Salah satunya tujuannya untuk memprakarsai smart island di Kepri.

Panitia pun mendatangkan para narasumber dari berbagai negara seperti Prof Gwo-Jia Jong (Nasional Kaohsiung University of Science and Technologi, Taiwan), Dr Akemi Chatfield (University of Wollongong Australia), Prof Huang-Jen Chiu (National Taiwan University of Science and Technologi Taiwan), Dr. Wahyu Caesarendra (Nanyang Technological University).

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sengaja diundang saat kegiatan ini. Nurdin pun sangat antusias mendengarkan pemaparan aplikasi untuk membangun smart island di Kepri. Jika smart island ini bisa direalisasikan dijamin akan menarik banyak investor yang masuk dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Nurdin bahkan terlihat mencatat beberapa poin saat satu dari lima pembicara yang dihadirkan dalam acara International Conference on Apllied Engineering 2018 tersebut.

Gubernur hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali, Kepala Biro Humas Protokol dan Penghubung Kepri Nilwan. Turut hadir Direktur Politeknik Batam Priyono Eko Sunyoto.

Seminar yang menghadirkan para pakar teknik dan teknologi tersebut membahas secara lengkap berbagai hal yang diperlukan dalam membangun sebuah smart island. Pembicara yang dihadirkan dari UTM Malaysia, NTU Singapura, dan Taiwan.

Nurdin menyambut baik adanya pembahasan lengkap untuk rencana pembuatan smart island di Kepri. Dia mengatakan, tanpa tekhnologi dan tanpa aplikasi sebuah daerah pasti akan tertinggal. Apalagi bagi daerah-daerah yang terdiri dari banyak pulau. Komunikasi dan koordinasinya membutuhkan teknologi dan aplikasi.

”Batam dan Kepri sebagai garda terdepan yang berbatasan dengan negara luar perlu sekali dengan teknologi dan berbagai aplikasi kemudahan untuk komunikasi dan koordinasi. Maka saya berharap para peserta seminar ini bisa mengikuti materi sebaik mungkin. Dan bisa kita aplikasikan nantinya untuk Kepri. Terutama untuk menciptakan pulau cerdas di Kepri,” ujar Nurdin.

Prof. Dr. Ing. Eko Supriyanto, pembicara dari Universiti Teknologi Malaysia memaparkan smart island adalah satu sistem yang berbasis teknologi informasi komunikasi yang nanti akan dipasang di pulau-pulau yang digunakan untuk mengatur seluruh kondisi dan keperluan di pulau tersebut.

Misalnya sistem pengendalian energi, air, lingkungan, data kependudukan dan berbagai data lainnya seperti data di bidang bisnis, pariwisata dan berbagai bidang lainnya yang terhimpun dalam satu pusat data dan terintegrasi. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here