Polres Amankan Penambang Bauksit

0
886
POLICE LINE: Polres Tanjungpinang memasang police line di salah satu alat berat yang digunakan untuk loading bauksit di Tanjungmoco Dompak, Selasa (31/10). f-raymon/tanjungpinang pos

Diduga Ilegal, Polisi Pasang Police Line

Aktivitas penambangan bijih bauksit di wilayah Tanjungmoco Kecamatan Dompak dihentikan Polres Tanjungpinang, karena diduga dilakukan secara ilegal.

TANJUNGPINANG – ALAT berat yang dipakai untuk melakukan loading bauksit seperti tagboat, tongkang dan belko di Tanjungmoco Dompak dipasang garis polisi (police line). Lima orang penambang ikut diamankan Polres Tanjungpinang, Selasa (31/10).

Pantauan di lapangan, personel Polres Tanjungpinang melakukan penjagaan sejak dipasangnya garis polisi. Tongkang yang sudah berisikan bauksit dijaga oleh petugas.

Selain melakukan penjagaan di TKP, polisi juga melakukan pemeriksaan di tempat pengambilan bauksit yang informasinya bakal dikirim ke Jakarta. Sudirman Ketua RT-03/RW-02 Tanjungmoco mengatakan, operasi loading sudah berlangsung selama tiga hari. Sebelumnya, pemilik usaha sudah bertemu warga dan memberitahukan bakal melakukan pengiriman bauksit. ”Kita meminta salinan surat-surat izin namun sampai dengan loading bauksit ke tongkang, kita belum menerima salinan itu,” katanya.

Menurutnya, dari pengakuan pemilik, mereka ingin mengeluarkan 2.000 ton bauksit yang bakal digunakan sebagai bahan penyaringan air bersih di Jakarta. ”Tiga minggu lalu bertemu, kita tidak mengetahui siapa pemiliknya,” sebutnya.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menyebutkan, pihaknya sudah mengamankan lima orang termasuk pemilik berinisial Awi untuk dimintai keterangan. Untuk status kasus ini sudah penyidikan dan masih pendalaman. ”Kelima orang itu kita mintai keterangan dan masih terus kita dalami. Pemilik datang sendiri dengan koperatif. Awi itu bukan anggota dewan,” sebutnya.

Kapolres menuturkan, untuk para saksi yang sudah diperiksa sudah lima orang dari pemilik tambang, para pekerja, kapten kapal dan pengusaha. ”Untuk sementara pihaknya belum mengamankan barang bukti, kita masih meminta keterangan para saksi,” jelasanya.

Dari keterangan sementara, bauksit ini hendak dikirim ke Jakarta Utara. Kapolres menyebutkan, perusahana yang melakukan aktivitas di Tanjungmoco PT AI dengan menggunakan izin dari PT. Lobindo. Illegal mine ini melanggar Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara. ”Kelima orang tersebut belum ditetapkan tersangka dan kita juga belum melakukan penahanan. Kita masih melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dilakukan Malam Hari
Informasi yang dihimpun Tanjungpinang Pos di lapangan, aktivitas loading bijih bauksit ke kapal tongkat di samping Pelabuhan Tanjungmoco sudah dilakukan sejak, Jumat (27/10) malam.

Puluhan mobil truk mengangkut bijih bauksit. Aktivitas loading bijih bauksit dilakukan di malam hari. Bahkan masyarakat setempat sudah diberikan uang sagu hati agar warga tidak demo. ”Kalau di kampung kami dikasih uang Rp 2 juta untuk pembangunan masjid,” ujar salah satu warga yang minta namanya tak dikorankan tersebut.

Menurut warga, mereka hanya tahu kalau bijih bauksit yang dimuat ke tongkat hanya untuk 2 ribu ton saja. Rencananya, dua tongkang itu akan dibawa ke Batam selanjutnya ke Jakarta. ”Kami dikasih tahu, mereka baru boleh angkut bijih bauksit 2 ribu ton untuk dua tongkang. Katanya, mau dibawa ke Batam untuk penyaring air bersih,” kata warga setempat.

Ia juga heran dan bertanya-tanya, tak mungkin bijih bauksit dijadikan alat untuk penyaring air bersih. ”Bauksit kan mengandung besi. Alasannya untuk membuat saringan air di Batam tak masuk akal. Batam kan air bersihnya lebih baik dari Tanjungpinang,” bebernya.

Kemudian, kata warga saat polisi turun ke lokasi Pelabuhan Tanjungmoco, Selasa (31/10), beberapa alat berat seperti beko disembunyikan. ”Beberapa alat berat disembuyikan oleh operatornya saat tahu kalau polisi akan datang ke lokasi,” tambahnya.

Bijih bauksit yang diangkut selama dua malam ke tongkang, merupakan stok bijih bauksit lama. ”Kalau bapak ke Dompak pasti melihat tumpukan bauksit seperti gunung. Ada yang sudah dicuci ada juga belum dicuci,” bebernya.(RAYMON-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here