Polres Belum Terapkan e-Tilang

0
543
TILANG KENDARAAN: Personel Lantas Polres Tanjungpinang saat menilang pengendaraan yang terjaring razia, Rabu (10/5) di lapangan Pamedan. f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

Dua Hari, 63 Pelanggaran Terjaring Razia 

Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas sudah diatur di Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 12 tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara. Di antaranya, penerapan e-tilang. Namun, itu belum diberlakukan juga oleh Polres Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Rencananya Tahun 2017 ini aturan baru itu diterapkan. Setelah ketentuan itu berlaku, para pelanggar lalu lintas tak perlu lagi harus datang ke Pengadilan Negeri (PN) untuk mengikuti sidang tilang. Sayang, aturan ini belum juga diterapkan di Polres Tanjungpinang.

Seperti dua hari lalu dalam Operasi Patuh Seligi 2017, Selasa (9/5) hingga Rabu (10/5) Satuan Lalulintas Polres Tanjungpinang menjaring 63 pelanggaran lalulintas baik kendaraan roda dua dan roda empat di lokasi yang berbeda.

Para pengendara yang melanggar harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Ramdhani Yowa mengatakan, bahwa di hari pertama operasi patuh seligi melakukan pelanggaran ada sebanyak 26 pelanggar baik itu roda dua mapun roda empat di Jalan Pos. Dengan rincian untuk barang bukti yang ditilang antara lain kendaraan roda dua sebanyak 25, sedangkan untuk roda empat ada sebanyak satu.

”Mereka tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) ada 4 orang dan tak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) sebanyak 6 orang,” katanya Rabu (10/5).

Krisna menyebutkan, untuk operasi Rabu (10/5) yang ditilang ada sebanyak 27 pelanggar baik itu roda dua maupun roda empat yang dilaksanakan pada Rabu (1015) kemarin di Jalan Ahmad Yani.

Dengan rincian kendaraan roda dua ada 20, kendaraan roda empat 1 unit, serta barang bukti yang di tilang lainnya seperti SIM sebanyak 1 dan STNK 5. Untuk peroses selanjutnya seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat yang ditilang ini, diamankan untuk menunggu proses persidangan yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2017.

”Untuk masyarakat yang ditilang mengikuti proses sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang pada hari yang telah ditentukan,” sebutnya.

Krisna mengimbau, kepada seluruh masyarakat Tanjungpinang diharapkan untuk melengkapi surat-surat dalam berkendara seperti melengkapi atribut kendaraan, kaca spion, knalpot dan helm ganda, termasuk jangan lupa bawa SIM dan SNTK kendaraan.

”Patuhi seluruh peraturan lalulintas dan rambu-rambu antara lain untuk tidak parkir di ruas jalan yang dilarang,” ujarnya. (RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here