Polres Bintan Ungkap Sindikat Narkoba Malaysia dan Thailand

0
457
KAPOLRES Bintan AKBP Boy Herlambang dan Kalapas Khusus Narkotika memperlihatkan sabu dan tersangka, pada ekspose di Mapolres Bintan, Kamis kemarin (1) f-yendi/tanjungpinang pos

Napi Lapas Narkoba Kendalikan Jaringan Internasional

BINTANBUYU – Tju Ang Pio alias Ampio (37) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika diamankan petugas Lapas, karena nyabu di kamar tahanan, akhir Februari lalu. Ternyata, Ampio adalah pengendali transaksi sabu, jaringan internasional. Polres Bintan pun, akhirnya berhasil mengungkap sindikat penjualan sabu dari Malaysia dan Thailand, ke Indonesia.

Ampio diamankan petugas Lapas Khusus Narkotika, saat melaksanakan razia, Rabu (28/2) lalu. Petugas menemukan sabu di selipan kardus dan satu unit hape, di kamar 21, blok Hang Lekir. Hape Ampio pun disita oleh petugas Lapas.

Kemudian, dari hape milik Ampio tersebut, jajaran Satnarkoba Polres Bintan melakukan pengembangan dan penyelidikan. Dari hape itu pula diketahui, Ampio tahanan dari Dabo, Lingga tersebut memesan narkotika jenis sabu ke sindikat mafia Malaysia.

Menggunakan hape Ampio, penyamaran oknum polisi mencoba memesan sabu ke kurir, dari negara Malaysia. Dua kurir keturunan India asal Malaysia pun bersedia untuk memenuhi pesanan sabu tersebut. Dari Johor Bahru, Malaysia kurir tersebut mengambil paket sabu ke Bangkok (Thailand), dan kembali lagi ke Johor Bahru (Malaysia).

Dari Johor Bahru, dua kurir menyeberang ke Batam, via pelabuhan Batam Centre, Senin (5/3) pekan lalu. Di Batam Centre, jajaran Satnarkoba Polres Bintan dan jajaran Polda Kepri berhasil menangkap dua kurir asal Malaysia tersebut.

Saat melalui pelabuhan, dua kurir Malaysia ini lolos dari pemeriksaan X-ray. Karena, 1,6 ons (1.600 gram) sabu disembunyikan dengan modus lama, yaitu cara sistem roket. Sabu dimasukan ke dalam anus (dubur). Sabu dibungkus dalam plastik bening, kemudian dimasukkan dalam kondom, dan dilapisi kembali dengan kondom. Paket menyerupai roket itu dioles dengan lotion atau baby oil. Tapi, cara ini pun terungkap oleh polisi, melalui rontgen.

”Karena itu wilayah hukum Polda, kedua kurir itu langsung diserahkan ke Polda Kepri, untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Joko Kasatres Narkoba Polres Bintan, usai ekspose penangkapan sabu, di Mapolres Bintan, Kamis (15/3) kemarin.

Tidak hanya dua kurir tersebut yang diungkapkan Polres Bintan. Dari pengembangan hape milik Ampio, polisi juga menangkap empat kurir Malaysia. Namun, empat kurir Malaysia ini tidak melalui Johor Bahru, saat ingin masuk ke Indonesia.

Ampat kurir itu rencana awalnya, ingin membawa sabu dengan rute dari Bangkok ke Johor Bahru dan masuk ke Batam (Kepri). Tapi, kurir seperti mengetahui ada pengintaian di Kepri, karena penangkapan Ampio yang mengonsumsi sabu di dalam Lapas Khusus Narkotika, Rabu (28/3) lalu. Empat kurir Malaysia tersebut justru, dari Bangkok (Thailand) langsung terbang ke Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (11/3) lalu.

”Nah, yang ditangkap di Bali ini, rutenya dari Johor Bahru ke Bangkok, dan langsung ke Bali. Mereka ditangkap di Bali, 11 Maret lalu. Ini juga dikendalikan dari hape Ampio. Yang dibali ini, ada sekitar 4 ons sabu yang diamankan. Rencananya mau dibawa ke Jogja sabu itu,” jelas Joko lagi.

”Ampio adalah pilot dalam sindikat sabu ini,” sambungnya.

Selain mengamankan Ampio, jajaran Polres Bintan mengamankan kurir sabu Husni Thamrin Rokan alias Adel di Pelabuhan Sri Bintanpura, Tanjungpinang, Sabtu (17/2) lalu. Adel adalah target operasi (TO) yang sering memasok sabu ke lapas. Ia ditangkap ketika kembali membawa sabu pesanan ke Lapas. Dari informasi itu, polisi akhirnya membekuk Adel saat turun dari kapal di pelabuhan SBP Tanjungpinang.

Saat ekspose di Mapolres Bintan, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menerangkan, awalnya Adel akan turun ke Tanjunguban, tapi mengalihkan rute ke Tanjungpinang. Di pelabuhan Sri Bintanpura, polisi menemukan di tangan Adel sabu seberat 239,92 gram, dari 2 paket ukuran sedang dan 5 paket ukuran kecil serta 1 unit hape merek nokia dan 1 unit hape android merek Samsung.

Dua pelaku kasus narkotika Adel dan Ampio telah diamankan. Untuk kasus dengan pelaku Adel, pihak Polres Bintan bersama Lapas Khusus Narkotika Tanjungpinang terus melakukan mengembangkan. Dua pelaku akan dikenakan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

”Ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal hukuman mati,” kata Boy Herlambang di dampingi, Kepala Lapas Khusus Narkotika Kelas II Tanjungpinang Misbahuddin.

Pada kesempatan tersebut, Misbahuddin menyatakan, pihaknya sudah melakukan sesuai SOP dalam antisipasi masuknya sabu. Namun, bagaimana barang haram itu bisa masuk ke Lapas, sedang didalami. Bisa saja para pelaku melempar barang haram itu ke dalam tahanan lewat belakang, atau disimpan dalam makanan.

”Tapi, kita berhasil menemukan sabu 2,2 gram milik Ampio, dan hapenya, saat razia. Ini baru pertama, dan jangan sampai terjadi lagi. Kami akan memperketat dalam menerima pengunjung,” jelas Misbahuddin.

”Jika ada petugas yang bermain memasukkan narkoba, akan ditindak tegas,” tambahnya. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here