Polres Ciptakan Alarm Darurat

0
457
TIM SAS: Tim IT dari Jawa Timur, saat memasang aplikasi SAS di kantor Polres Tanjungpinang. f-raymon/tanjungpinang pos

Reaksi polisi dalam waktu cepat sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama kasus kriminalitas yang masih tinggi. Saat ini masyarakat cenderung terbiasa melaporkan informasi tindak kejahatan melalui media sosial. Karena mengganggap pelayanan polisi tidak optimal.

Tanjungpinang – Untuk menjawab keresahan masyarakat itu, dan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polres Tanjungpinang meluncurkan aplikasi Smart Alarm System (SAS). Aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan peristiwa kriminal. Tim Teknologi Informasi (IT) dari Jawa Timur M. Khoirul Amin mengatakan, proses pembuatan aplikasi SAS sudah hampir rampung sekitar 60 persen.

Cara kerja SAS ini, warga cukup menekan salah satu tombol aplikasi di handphonya, bila menemukan kriminal, polisi akan hadir di lokasi kejadian dalam waktu singkat. Operator yang berada di ruang command centre, akan menyalurkan informasi yang masuk dalam program ke anggota yang bertugas di lapangan. ”Tim IT Polres Tanjungpinang mencoba memetakan signal diwilayah pantai. Nanti sudah terkoneksi semuanya dari handphone masyarakat yang menggunakan aplikasi dengan petugas,” katanya Selasa (25/7).

Menurutnya, aplikasi SAS ini, nanti warga bisa memilikinya. Dan, kejadian di sekitar masyarakat bisa langsung melaporkan, baik dengan cara memfoto atau memvideokan kejadian. Foto atau vedio itu, bisa dikirim kepada petugas yang berjaga di command center. Informasi itu langsung direspon cepat oleh pihak kepolisian. ”Masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut, bisa mengetahui siapa petugas yang akan datang kelokasi,” sebutnya.

Untuk menghindari pelaporan hoax, sistem terlebih dahulu melakukan pengecekan pada gambar dan video yang dikirim oleh masyarakat. Serta masyarakat yang melapor juga harus melakukan register terlebih dahulu melalui aplikasi tersebut. ”Sebelum mengakses aplikasi ini, masyarakat harus melakukan pendaftaran pada aplikasi,” jelasnya.

Ke depan, sambung M Khoirul pihaknya juga akan mengembangkan aplikasi tersebut untuk memonitor pergerakan anggota polisi di lingkungan Polres di lapangan. Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan sistem GPS (Global Positioning System) pada perlengakapan polisi. Sehingga, operator dapat dengan mudah menunjuk anggota mana yang akan diturunkan ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. ”Maka saya harap kecepatan respon polisi lebih pendek, kalau bisa tidak lebih dari 10 menit,” jelasnya.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, aplikasi tersebut dibuat untuk meningkatkan pelayanan publik dalam bidang pelaporan.
Kehadiran polisi dalam waktu cepat sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kasus kriminalitas yang masih tinggi.  ”Kami ingin pelayanan terbaik untuk warga masyarakat Kepri demi kenyamanan di wilayah hukum khususnya Tanjungpinang,” ungkapnya.

Kapolres sadar, cakupan pelayanan kepolisian dan tugas polisi di wilayah Tanjungpinang pun cukup luas. Di sisi lain, kecepatan polisi dalam merespons laporan masyarakat juga belum memberikan jaminan ketika terjadi peristiwa darurat.  Sebagai contoh korban dari kejahatan, polisi selalu dapat informasi terlambat. Sehingga terkesan pelayanan polisi belum bisa penuhi harapan masyarakat. Oleh karena, polisi berusaha memperbaiki itu. Dan aplikasi ini bisa di-download, tetapi sementara di handphone berbasis Android dulu.

”Mudah-mudahan aplikasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dan bisa menunjukkan komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Kita berharap agar masyarakat bisa lebih percaya kepada kepolisian dan memanfaatkan aplikasi,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here