Polres Ingatkan Sanksi Hukum Pembakar Lahan

0
441
PERSONEL Satpol PP saat berusaha memadamkan api di kebun masyarakat yang terbakar belum lama ini. F-ISTIMEWA

LINGGA – Kebakaran lahan hutan yang belakangan ini marak terjadi di Kabupaten Lingga, menjadi perhatian pihak Polres Lingga. Ada indikasi bahwa kebakaran yang terjadi karena ulah oknum masyarakat, yang sengaja membakar hutan untuk mencari cara praktis dalam pembukaan lahan perkebunan.

Saat ini, Polres Lingga melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) sedang melakukan penyelidikan dari 11 titik kebakaran hutan dan lahan milikmasyarakat yang terjadi sebulan belakangan ini.

”Pembukaan lahan dengan sistem pembakaran tidak pernah dibenarkan. Kami tengah melakukan penyelidikan terkait kebakaran hutan, yang kerap terjadi dalam sebulan ini. Bila memang terbukti para pelaku akan kita prises secara hukum,” kata AKP Suharnoko, Kasat Reskrim Polres Lingga, kemarin.

Baca Juga :  Kelulusan Siswa SMP Berdasarkan Tugas

Saat ini, kata Suharnoko, Reskrim Polres Lingga telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi atas kebakaran di beberapa titik di Pulau Singkep. Berdasarkan undang-undang kehutanan para pembakar hutan, dapat dikenakan sanksi pidana maksimal 10 tahun penjara.

”Untuk itu saya ingatkan agar warga tidak menempuh cara, dengan membakar bila ingin membuka lahan untuk pertanian,” sebutnya.

Dijelaskannya, sanksi bagi pelaku pembakaran hutan tertera dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar. Sedangkan pelaku pembakar lahan dijerat UU No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Baca Juga :  Rumah Warga Ambruk Dihantam Gelombang

”Kami juga telah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga untuk tidak membakar hutan atau lahan melalalui spanduk-spanduk dan Bhabinkamtibmas di setiap desa,” imbuhnya. (tir)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here