Polres Minta Keterangan Bawaslu Pusat

0
150
AKP Dwi Hatmoko

Dugaan Gratifikasi Bawaslu Kepri

Penyelidikan dugaan gratifikasi pada anggota Bawaslu Kepri dan sejumlah tim seleksi Bawaslu Kepri yang diduga menerima gratifikasi dari calon yang lolos dan dilantik menjadi anggota Bawaslu Kepri memasuki babak baru. Penyidik Polres Tanjungpinang ke Jakarta untuk meminta keterangan dari Bawaslu Pusat soal kasus tersebut.

TANJUNGPINANG – Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko mengatakan, pihaknya terus memproses kasus itu dan anggotanya ke Jakarta menemui anggota Bawaslu RI terkait dengan dugaan gratifikasi. ”Sekarang anggota sedang berada di Jakarta meminta keterangan dari Bawaslu,” katanya Jumat (24/8).

Dikatakan, setelah meminta keterangan dari Bawaslu pihaknya akan memintai keterangan dari ahli pidana. Para saksi yang berkaitan dengan dugaan gratifikasi sudah dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan.

”Sudah ada beberapa orang saksi sudah kita mintai keterangan,” sebutnya.

Kasus ini masih penyelidikan hingga kini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi Banwaslu Kepri. Kasus ini mencuat ke publik ketika anggota Bawaslu Kepri Rosnawati dan Idris menyerahkan sejumlah barang seperti tas dan dompet kepada tim seleksi anggota Bawaslu Provinsi Kepri yang terdiri dari Suradji dan Riama Manurung.

Tim seleksi diberikan dompet dan tas tersebut setelah anggota Bawaslu terpilih dilantik oleh Bawaslu RI. Sejumlah pihak menyayangkan sebagai anggota Bawaslu memberikan tas kepada mantan timsel tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan tugas sebagai anggota Bawaslu yang seharusnya menjaga etika untuk tidak memberikan sesuatu kepada pihak manapun.

Kasus ini dilaporkan oleh Suhaib, salah satu anggota LSM Pekat IB Tanjungpinang.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here