Polres Rahasiakan Nama Tersangka

0
778
TAMBANG ILEGAL: Salah satu warga menujukan lokasi tambang ilegal di Dompak.f-raymon/tanjungpinang pos

Kasus Tambang Bauksit Ilegal di Tanjungmoco

TANJUNGPINANG – Polres Tanjungpinang belum mau mempublikasikan siapa tersangka penambang bauksit ilegal di Tanjungmoco, Dompak. 1800 ton bauksit sudah dimasukkan ke dalam kapal dan sudah siap diberangkatkan ke Jakarta.

Namun, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro berjanji dalam waktu dekat ini, ia akan mempublikasikan nama tersangka. Pemilik perusahan tambang bauksit itu bernama Awi.

”Dari hasil keterangan saksi ahli dari Menteri ESDM sudah keluar, nanti hasilnya kita gelar di Polda Kepri. Sebentar lagi akan ada penetapan tersangka dalam kasus bauksit. Ditunggu saja,” katanya, kemarin.

Baca Juga :  Ubah Pinang Jadi Kota Entrepreneur

Kapolres menjelaskan, untuk penyitaan barang bukti seperti tongkang, tug boat, truk dan alat berat sudah dilakukan serta proses penyidikan terus berjalan. ”Silahkan dimonitor proses penyidikan yang sudah dilakukan,” jelasnya.

Sebelumjnya Polres Tanjungpinang menghentikan aktivitas tambang bauksit liar di kawasan Tanjungmoco, Dompak Tanjungpinang, Selasa (31/10), lalu.

Tindakan tersebut diambil setelah pihak penambang diduga tidak bisa menunjukkan legalitas atau izin pertambangan. Sejumlah alat berat yang digunakan untuk menambang bauksit sudah disegel dan dipasang garis polisi (police line).

Pihak Polres dalam kasus ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik perusahaan yakni Awi. ”Sudah beberapa orang kita periksa termasuk pemilik perusahaan Awi. Yang bersangkutan kooperatif ketika kita minta datang ke Mapolres Tanjungpinang. Kasus ini masih terus didalami,” katanya.

Baca Juga :  Asik Main Game, Pelajar SD Dirazia

Dikatakan, aktivitas tambang tersebut dilakukan oleh PT AI menggunakan lokasi lahan PT Lobindo. Rencananya bauksit tersebut akan dikirim ke Marunda, Jakarta menggunakan tugboat dengan kapasitas angkutan 1.800 ton.

”Jika memang terbukti melakukan kesalahan, maka pelaku dapat kita jerat Pasal 158 tahun 2009 tentang Minerba. Sampai saat ini, belum ada penahanan tapi masih sebatas saksi,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here